Perbankan

Terancam Kedaluwarsa 2027, LaNyalla Desak Pansus BLBI DPD RI Cepat Temukan Bukti Baru

Terancam Kedaluwarsa 2027, LaNyalla Desak Pansus BLBI DPD RI Cepat Temukan Bukti Baru
Terancam Kedaluwarsa 2027, LaNyalla Desak Pansus BLBI DPD RI Cepat Temukan Bukti Baru/foto anjasmara

JAKARTA, -SUARAINVESTOR.COM – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak Pansus BLBI DPD RI segera bergerak cepat agar kasus BLBI dapat segera diselesaikan. Tugas Pansus BLBI DPD RI yang pertama adalah harus menemukan novum, bukti baru.

“Kasus BLBI sudah terlalu berlarut-larut. Oleh sebab itu, kita mendesak Pansus bergerak cepat. Jangan sampai kasus ini menguap begitu saja. Kita ingin kasus ini dapat segera dituntaskan,” kata LaNyalla, Selasa (22/3/2022).

Salah satu kunci agar Pansus bisa masuk dalam kasus ini adalah menemukan novum baru. Sehingga kasus ini dapat diarahkan ke ranah pidana, bukan hanya berhenti di perdata. “Kalau tidak, kasus BLBI ini bisa kedaluwarsa pada 2027,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, bisa saja nanti kasus ini menguap begitu saja. Atau, hanya sebatas memulihkan, atau mengembalikan kerugian negara saja. “Artinya para pelaku yang berpotensi dijerat secara pidana bisa lepas. Ini yang harus diantisipasi Pansus. Makanya, saya mendesak pansus bergerak cepat dengan segera menemukan novum baru,” tambahnya.

Menurut LaNyalla, Pansus bisa memecahkan masalah ini secara case  by case. “Novum baru bisa menjadi pintu masuk. Setelah itu, selesaikan kasus BLBI ini  secara bertahap. Hal ini juga bisa membantu Pansus menelusuri kasus. Sehingga tidak seperti benang kusut yang akhirnya susah menemukan ujungnya,” tutur Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.

Pansus BLBI DPD RI diketuai Senator asal Lampung, Bustami, Wakil Ketua adalah Sukiryanto dan Habib Bahasyim. Anggota pansus antara lain Darmansyah Husein, Ahmad Nawardi, Filep Wamafma, Amirul Tamim, Abdul Hakim, Muhammad Rakhman dan TGH Ibnu Khalil.

Pendalaman materi penuntasan kasus BLBI dibahas juga dalam Focus Group Discussion di Yogyakarta, pada Senin (21/3/2022). Hadir sebagai narasumber pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Mudzakir

Menurut Bustami, apabila ditemukan novum baru, penanganan BLBI yang saat ini fokus di hal perdata bisa dibawa ke ranah pidana. Bustami yang juga Wakil Ketua Komite II DPD RI menyatakan beberapa pokok permasalahan yang perlu menjadi perhatian bersama terkait kasus BLBI.

“Beberapa pokok permasalahan antara lain perlunya pemisahan antara BLBI dan obligasi rekap, penjualan aset BLBI oleh pemerintah bersifat undervalue, dan obligasi yang dikeluarkan tidak semua untuk menanggung bunga bank tapi juga menutup obligasi sebelumnya yang telah jatuh tempo,” ungkapnya.

Penulis: Arpas

Editor: Kamsari

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top