Nasional

Tanah Dirampas, Petani Karawang Mengadu Ke FPKB DPR

JAKARTA – Kasus sengketa lahan antara petani Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, dengan PT Pertiwi Lestari sudah beberapa tahun belum selesai. Bahkan hingga kini belum ada kejelasan. Karena itu sekitar 30 orang petani mengadukan nasibnya kepada Fraksi PKB di DPR.

“Kami merasa prihatin setelah mendapat cerita nasib para petani Kerawang ini. Kemarin, Pimpinan Fraksi PKB sudah melakukan rapat guna merespon masalah ini,” kata Ketua Fraksi PKB Dra Ida Fauziya saat menerima petani Kerawang di lantai 18 ruang F-PKB, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Fraksi PKB, kata Ida Fauziyah, pihaknya sudah meminta agar Komisi II DPR segera memanggil pihak-pihak yang terkait dengan masalah sengketa lahan ini guna meminta klarifikasi. “Kita punya Wakil
Ketua Komisi II DPR dari F-PKB, agar dicarikan solusi yang terbaik untuk masalah ini,” ujarnya.

Karena itu dia berharap agar pemerintah lebih terbuka pikirannya terhadap masalah ini. Sehingga berpihak kepada nasib petani. “Apalagi ini masalah lahan pertanian. Harus mendapat perhatian serius. Saya sendiri sangat prihatin mendengar petani Kerawang ini berjalan kaki menuju Istana Negara. Bahkan saya tak sanggup kalau harus berjalan kaki ke Istana, seperti bapak-bapak ini,” ungkapnya.

Ida bahkan menanyakan berapa banyak anak-anak petani Kerawang yang mengalami putus sekolah dan tak terurus. “Berapa anak-anak yang tidak sekolah,?” tanyanya Ketua DPP PKB itu.

Secara serentak, para petani tersebut mengungkapkan jumlah cukup banyak, namun tak jelas angka pastinya. Namun anak-anak yang mulai putus sekolah itu dari SD, SMP hingga SMA. “Banyak Bunda, sudah 6 bukan anak-anak putus sekolah. Kita tahu lagi mau sekolah kemana. Sementara ini kita ditampung di Yayasan Muhammadiyah Tanah Abang,” kata Koordinator petani Kerawang, Aris Wiyono saat mengadukan nasibnya tersebut ke F-PKB DPR.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top