Ragam

Tak Ada Perpeloncoan, Ninok Leksono : OMB UMN 2022 Fokus Tanamkan Nilai Juang

Tak Ada Perpeloncoan, Ninok Leksono : OMB UMN 2022 Fokus Tanamkan Nilai Juang
Suasana Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Multimedia Nusantara (OMB UMN) 2022/Foto: Humas UMN

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM– Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Multimedia Nusantara (OMB
UMN) 2022 berikan bekal berupa nilai-nilai utama kepada peserta. Nilai-nilai tersebut terdiri dari perjuangan, pertumbuhan, ketangguhan, 5C Kompas Gramedia (Caring,
Credible, Competent, Competitive, Customer Delight), hingga Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu quality education.

Pemberian bekal ini dikemas dalam bentuk rangkaian kegiatan interaktif secara luring (offline) dan daring.

“Kegiatan yang teman-teman ikuti saat ini adalah Orientasi Mahasiswa Baru (OMB),
bukan ospek atau pun perpeloncoan. Tujuannya cukup tiga, yakni mengenalkan lingkungan kampus, program studi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),” tegas Rektor UMN, Ninok Leksono, Rabu (17/8/2022).

Sementara, Ketua Panitia OMB UMN 2022 Fedora Annabella mengatakan, kegiatan dibuka dengan dinamika kelompok yang bertajuk “Udaya Tuwuh” yang dalam bahasa Sanskerta berarti upaya pertumbuhan. Udaya Tuwuh dibagi menjadi tiga yang masing-masing bagiannya tidak hanya menanamkan nilai-nilai OMB UMN
2022, tetapi juga memperkenalkan serta memperluas pengetahuan peserta mengenai flora endemik di Indonesia. Dinamika kelompok yang pertama adalah “Anufa Flora” atau yang memiliki arti pengetahuan tumbuhan, Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk berlomba menebak nama bunga khas Nusantara bersama satu hingga dua kelompok lainnya.

Setelah mendapat poin, Tiksna turut menjelaskan fakta unik seputar flora tersebut. “Peserta bisa memperluas pengetahuannya, sekaligus menerapkan nilai pertumbuhan dan nilai kompetensi. Adapun dinamika selanjutnya, yakni “Panca Waradana” yang artinya lima nilai
berharga. Pada dinamika ini, masing-masing kelompok diuji kekompakkannya
dengan beradu cepat menjawab pertanyaan seputar nilai 5C Kompas Gramedia sambil memperagakan gerakan secara bersamaan,” kata Fedora

Fedora menambahkan, peserta didorong untuk melatih kekompakan dan menumbuhkan
ketangguhan diri melalui dinamika “Abhinaya Sahitya” yang berarti semangat
kebersamaan dalam bahasa Sanskerta. Selain itu, dinamika ini juga menanamkan nilai-nilai, seperti perjuangan, kreativitas, competitive, dan credible.

Tidak hanya itu, Tiksna juga mengajak peserta membuat “Batang Ketangguhan”.
Dalam proses pembuatan, peserta bebas mengkreasikan sesuai citra diri masing-masing dan menuliskannya pada stik es krim tersebut. Hal ini juga
merupakan perwujudan awal komitmen setiap peserta dalam memulai perjuangan.

“Nantinya, stik es krim antar peserta dirangkai menjadi satu kesatuan berbentuk
heksagon hingga membentuk “Sarang Impian”. Melalui ini, OMB UMN 2022 ingin
membawa pemahaman bahwa sama halnya seperti lebah, membangun mimpi perlu kerja sama yang kuat,” tukasnya.***

Penulis     :    A Rohman

Editor       :     Chandra

BERITA POPULER

To Top