JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kekuatan perempuan dalam membangun ekonomi nasional tidak boleh dipandang remeh. Apalagi mayoritas 65 persen pelaku UMKM adalah kaum perempuan. “Berdasarkan data BPS, sekitar 60% pelaku usaha UMKM mampu menyumbangkan Rp8 Triliun hingga Rp9 Triliun dari PDB nasional,” kata Anggota Komisi VI DPR, Intan Fauzi dalam diskusi dialektika demokrasi bertajuk ‘Semangat Kartini, Meneguhkan Eksistensi Kaum Perempuan’ di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2022)
Lebih jauh Ketua umum Perempuan Amanat Nasional (PUAN) menjelaskan secara rinci, ada sekitar 50 persen pelaku usaha mikro yang selama ini digeluti perempuan, kemudian 30 persen usaha kecil menengah. “Tentu untuk korporasi besar, posisi perempuan lebih mengecil lagi, ” ujarnya.
Tidak hanya itu, kata Politisi PAN ini, bahkan garda terdepan dalam pengembangan ekonomi kerakyat juga dipimpin oleh kaum ibu-ibu, misalnya Permodalan Nasional Madani yang masuk usaha Mekaar. “Pada 2021, penyaluran kreditnya mencapai sekitar Rp47 Trilun, mayoritas usaha mikro,” paparnya.
Menuru Intan, sektor usaha yang paling besar digeluti kaum perempuan, adalah kuliner dan kerajinan. Hal ini memang paling dekat dengan urusan sehari-hari perempuan. “PNM Mekaar Plus memang ditujukan untuk kaum perempuan yang memiliki usaha mikro,” tegasnya.
Usaha ini, kata Intan berpotensi terus membesar, karena ekonomi digital yang dipadukan dengan usaha ini membuat kaum perempuan bisa cepat berdaptasi.
Seperti diketahui, VP of Corporate Communication Tokopedia, Nuraini Razak mengungkapkan berdasarkan hasil riset LPEM FEB UI 2020 juga mengungkap bahwa selama pandemi Covid-19, jumlah perempuan pegiat UMKM yang memulai bisnis dari nol lewat Tokopedia hampir 1,5 kali lipat lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Maka dari itu, sesuai tagline Tokopedia yakni “Mulai Aja Dulu”, ia mengajak UMKM, khususnya perempuan untuk berani untuk berjualan. “Di Tokopedia yang mau mulai, mulai aja dulu. Sebab, perempuan ternyata lebih banyak jumlahnya yang mau mulai berjualan duluan,” kata dia. ***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Eko








