Pertanian

Stok Beras Capai 1,65 Juta Ton

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pemerintah memastikan stok beras untuk seluruh Indonesia dalam kondisi aman sampai Lebaran di tengah maraknya wabah Virus Corona baru atau COVID-19.

“Dengan adanya Corona Virus dan persiapan menuju Lebaran, pasti masyarakat mempertanyakan bagaimana kesiapan pemerintah? Tentu kita ingin memastikan bahwa stok beras aman,” kata Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Rabu, (3//3/2020)

Stok beras itu aman, baik untuk saat menghadapi wabah Virus Corona ataupun untuk Lebaran. “Stok beras ini hampir 1,65 juta ton untuk seluruh Indonesia, apalagi nanti yang namanya rencana panen raya agak maju seperti biasanya,” tambahnya

Terkait berapa jumlah persis stok beras saat panen raya tiba, Menteri BUMN berharap angkanya dapat stabil. “Mudah-mudahan juga angkanya stabil, tapi kita tidak bisa bilang persis angkanya berapa karena belum terjadi,” ujar Erick Thohir saat mengunjungi gudang beras Bulog di Kelapa Gading, Jakarta.

Menteri BUMN Erick Thohir melakukan peninjauan langsung ke gudang Bulog pada Rabu (4/3), untuk mengecek serta memastikan persediaan stok pangan di tengah merebaknya wabah Virus Corona.

Dalam kunjungan tersebut Menteri BUMN itu mengecek persediaan stok beras dan memeriksa kualitas beras yang tersimpan di gudang Bulog tersebut.

Direktur Utama Bulog yakni Budi Waseso beserta jajarannya turut mendampingi Erick Thohir saat mengecek stok dan kualitas beras di gudang Bulog tersebut.

Selain itu, Menteri BUMN Erick Thohir memerintahkan BUMN pangan dan pupuk untuk menjaga stok dan distribusi menyusul wabah virus corona masuk ke Indonesia. “BUMN pangan, agar mempertahankan ketersediaan stok pangan dan bahan pokok,” tegasnya.

Erick menambahkan bahwa dirinya menginstruksikan kepada BUMN pangan untuk mempertahankan distribusi pangan dan bahan pokok selama wabah corona masih terjadi.

Menteri BUMN juga menginstruksikan BUMN pupuk untuk menjaga stok dan distribusi pupuk kepada petani. “BUMN Pupuk, agar menjaga ketersediaan stok dan penyalurannya kepada para petani,” kata Erick.

Perintah Menteri BUMN tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nokor SE-1/MBU/03/2020 Tentang Kewaspadaan terhadap Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top