Perbankan

Soekarwo : KUR Libatkan BPR Kabupaten-Kota

SURABAYA–Pemerintah Propinsi Jawa Timur perlu mengintervensi pemberian suku bunga rendah, terutama penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM. Salah satu caranya dengan melibatkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) hingga ke tingkat kabupaten dan kota. “Kalau kita menganut sistem pembangunan ekonomi liberal, berarti ke depan adalah efisiensi untuk kompetisi daya saing menjadi prioritas,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Surabaya, Rabu (1/6/2016).

Menurut Soekarno, dengan intervensi ini diharapkan peran UMKM dan industri keuangan di daerah dapat menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bagaimanapun juga usaha kecil harus dilindungi dan dibesarkan di era kebebasan pasar. “Pemerintah juga mengintervensi dengan policy. Mereka diberikan suku bunga murah, KUR, dan beberapa produk keuangan yang lainnya,” terangnya.

Katanya, jika dibiarkan maka yang kecil menjadi kalah karena tidak efisien. “Maka yang harus dilakukan pemerintah seperti pemerintahan sekarang dan juga khususnya di Jawa Timur yaitu memberikan suku bunga rendah. Karena dengan suku bunga murah mem-balance efisiensi yang besar tadi,” katanya.

Soekarwo mengatakan, penyebaran KUR tidak hanya dilakukan oleh satu perbankan milik BUMN saja, tapi juga melibatkan BPR. “Saya juga usul kepada pemerintah. Jangan semua KUR nanti dilakukan ‘mohon maaf’ BRI. Kalau bisa linked ke BPR yang ada, sehingga tidak mematikan industri keuangan kecil yang ada di daerah-daerah,” tandasnya. **aec

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top