Nasional

RUU Cipta Kerja, Pasal Pendidikan Tak Bisa Dipisah dari Kebudayaan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Ketua Dewan Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) Pontjo Sutowo mengatakan tantangan suatu bangsa adalah membangun sistem pendidikan yang tepat yang sesuai dengan konteks sosial-budaya, sejarah, dan lingkungan alam bangsa yang bersangkutan, serta kebutuhan masa depan.

“Pendidikan nasional kita harus tetap berakar kuat pada bangsanya sendiri, yakni pendidikan yang tidak meninggalkan akar-akar sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia,” ucap Pontjo Sutowo di Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

Penegasan disampaikan Pontjo Sutowo menyikapi sejumlah arah kebijakan nasional yang kerap dinilai justru bertentangan dengan semangat memajukan pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia. Antara lain hilangnya frase Kebudayaan dari pasal-pasal tentang Pendidikan di RUU Cipta Kerja.

Menurutnya, bangsa Indonesia yang berada dalam pusaran kepentingan politik global wajib membentengi diri dengan membangun ketahanan. “Membangun benteng ketahanan tersebut adalah tugas pendidikan,” tegasnya.

Pontjo yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) menambahkan pendidikan dan Kebudayaan adalah sarana terciptanya otak bangsa.

Oleh karena itu, peran kedua sektor tersebut menjadi sangat penting karena perang di generasi keempat atau dikenal dengan revolusi industri 4.0 yang model ancamannya bukan lagi fisik (nir militer) tetapi serangan yang dimulainya dengan merusak pendidikan dan kebudayaan suatu bangsa.

“Perang nir-militer memasuki segala sendi baik ekonomi, sosial, bahkan politik. Dengan demikian Pendidikan dan Kebudayaan tidak dapat dipisahkan,” ujarnya.(***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top