Industri & Perdagangan

Rencana Kenaikkan LPG, Eddy: Ubah Skema Subsidi, Langsung Rakyat

Rencana Kenaikkan LPG, Eddy: Ubah Skema Subsidi, Langsung Rakyat
Gas LPG 3 Kg sedang dalam distribusi/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eddy Soeparno mengungkapkan rencana pemerintah menaikkan harga gas LPG 3 Kg dan LPG 12 Kg bakal berdampak pada sektor lainnya. Karena itu, harga kebutuhan pokok bakal ikut terganggu. “Inflasi, ya kemungkinan bakal ada kontribusi itu dan tentu hal itu tidak bisa terhindarkan,” katanya kepada suarainvestor.com di Jakarta, Kamis (14/04/2022).

Eddy menjelaskan bahwa jika tidak ada penyesuaian harga terhadap gas LPJ 3 Kg, maka pemerintah tidak akan mampu menahan beban subsidi energi yang begitu. “Subsidi di APBN makin besar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Sekjen PAN menyarankan pemerintah mencari solusi dan alternatif lain dalam pemberian subsidi kepada masyarakat. “Jadi perlu dipikirkan untuk mencari alternatif lain, bentuk lain subsidinya.”

Misalnya, lanjut Eddy, bisa saja bentuk subsidinya langsung diberikan kepada perorangan atau individu, bukan kepada produknya. “Hal ini supaya distribusi subsidi itu benar-benar tepat sasaran,” paparnya.

Eddy tak membantah bahwa dalam rapat dengar pendepat dengan ESDM telah disampaikan akan ada evaluasi terhadap harga LPG secara keseluruhan, baik LPG 3 Kg dan LPG 12 Kg. “Pasalnya, karena LPJ tersebut sangat terpengaruh dengan harga migas dunia,” imbuhnya.

Hanya saja, sambung Legislator dari Dapil Jabar III, berapa besaran kenaikan harga LPG ini masih dalam kajian mendalam oleh pemerintah, ESDM dan Kemenkeu. “Jadi kita masih menunggu dulu hasil diskusi pemerintah tersebut.”

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengakui bakal melakukan penyesuaian harga formula LPG 3 kilogram (kg) sekaligus penyesuaian harga jual ecerannya demi mengurangi beban subsidi terhadap APBN. Bahkan pemerintah juga akan mengubah skema subsidi yang kini berbasis pada komoditas menjadi subsidi tertutup langsung ke pengguna.

Lebih jauh Arifin menjelaskan pemerintah akan melakukan uji coba penjualan dengan aplikasi MyPertamina di 34 kabupaten dan kota tahun ini. “Untuk menjaga ketersediaan pasokan LPG dan mengurangi impor, dalam jangka pendek, akan dilakukan peningkatan pengawasan pendistribusian LPG 3 kg tepat sasaran, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (13/4/2022).

Lebih lanjut, kata Arifin, penyesuaian formula LPG 3 kg untuk merespons tingginya harga minyak dan LPG dunia yang berdampak pada melonjaknya harga minyak mentah Indonesia (ICP).

Arifin mencatat, pada bulan Maret ICP mencapai US$ 98,4 per barel sementara asumsi APBN yang ditetapkan hanya menyentuh angka US$ 63 per barel. Advertisement Hal serupa juga terjadi pada harga LPG yang merujuk pada Contract Price (CP) Aramco yang telah mencapai US$ 839,6 per metrik ton.

Selisih angka tersebut jauh dari asumsi harga pemerintah di angka US$ 569 per metrik ton. Arifin menambahkan, dalam jangka menengah dan Panjang, Pemerintah akan melakukan subsitusi kompor LPG dengan kompos induksi melalui pemanfaatkan jaringan gas kota dengan target 1 juta rumah tangga per tahun.

Kemudian substitusi LPG dengan Dimethyl Ether (DME) diharapkan dapat mengurangi 1 juta metrik ton LPG pada 2027. “Untuk mengurangi tekanan APBN dan menjaga inflasi, serta percepatan program biogas,” pungkasnya. ***

Penulis    :   Iwan Damiri
Editor      :   Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top