Nasional

Raker Virtual DPR-Menkumham, Masinton Soroti Kasus TKA Masuk Sultra

Masinton Pasaribu

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Rapat kerja (Raker) antara Komisi III DPR dengan Menkumham Yasonna Laoly kemaren (1/4/2020) melalui virtual salah satunya menyinggung soal kejadian masuknya TKA China ke Kendari, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu.
DPR masih menyoroti kasus masuknya TKA China ke Kendari ini lantaran dipicu masih lolosnya TKA masuk ke Bintan belum lama ini.
“Padahal dalam Rapat Kabinet Terbatas (Ratas), Presiden secara tegas dan sudah meminta agar WNA yang masuk Indonesia dibatasi,” kata anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu dalam raker virtual tersebut, Rabu (1/4/2020).

Lebih jauh Masinton mengkritik lemahnya koordinasi antar lembaga dan kementerian. Pasalnya, persoalan masuknya TKA China ke Sultra ini sempat membuat ketegangan antara keimigrasian dan Polda Sultra.

“Kita minta datanya saja Pak Menteri, data tentang Visa 211 itu, karena kami punya salinan copy data dari Kemenaker bahwa datanya itu menggunakan Visa Kunjungan B 211,” tambah anggota Fraksi PDIP.

Sayangnya, lanjut Masinton, Menko Luhut Binsar Panjaitan (LBP) meminta agar masalah tersebut tak diperpanjang. Karena para TKA China itu menggunakan Visa 211 A. “Oleh karena itu agar tidak menjadi polemik buat kita, maka kami minta Dirjen Imigrasi menyiapkan data visa kunjungan itu,” tegasnya.

Namun begitu, sambung Masinto, DPR tetap akan mengawasi dan sekaligus mencermati persoalan TKA China tersebut. “Kami juga paham soal investigasi, boleh saja Pak Menteri menganggap kami tidak tahu, soal TKA itu,” imbuhnya.

Sementara itu Menkumham Yassona Laoly mengaku kasus TKA China yang ada di Sultra, sebanyak 49 orang masih sesuai dengan aturan Permenkumham Nomor 7/2020. TKA itu juga mengikut karantina di negara ketiga yang bebas dari Covid.

Sebelumnya video kedatangan 49 TKA asal China di Bandara Haluoleo, Kendari, Sultra, sempat beredar luas di masyarakat. Adapun narasi dalam video tersebut mengaitkan kedatangan para TKA itu dengan penyebaran virus Corona yang memang berawal dari Wuhan, China.

Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam kemudian membantah narasi dalam video tersebut. Merdisyam menyebut bahwa orang-orang yang ada di dalam video tersebut merupakan TKA yang sebelumnya bekerja di perusahaan pemurnian nikel di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe dan baru kembali dari Jakarta selepas memperpanjang visa masing-masing.

Pernyataan Kapolda Sultra tersebut dibantah oleh Kepala Kantor Perwakilan Kementrian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara, Sofyan, yang menyatakan 49 TKA itu bukan TKA lama. Sofyan menyebut bahwa yang direkam di video itu adalah TKA baru yang berangkat dari China setelah transit dari Thailand. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top