Nasional

Penenggelamkan Pekerja Migran, MPR: Tindakan Biadab, Tabrak Nalar Kemanusiaan

Penenggelamkan Pekerja Migran, MPR: Tindakan Biadab, Tabrak Nalar Kemanusiaan
Anggota MPR RI, Sy Anas Thahir usai acara Sosialisasi  Empat Pilar, di Banyuwangi, (2/4/ 2023)/Foto: Anjasmara

BANYUWANGI, SUARAINVESTOR.COM- Kejahatan tindak pidana perdagangan orang mendapat sorotan tajam MPR RI. Karena bertentangan dengan asas Pancasila, yakni perikemanusiaan. “Apalagi ada dugaan sindikat perdagangan manusia yang sengaja menenggelamkan perahu bermuatan pekerja migran Indonesia harus segera diusut tuntas,” kata Anggota MPR RI, Sy Anas Thahir usai acara Sosialisasi  Empat Pilar, di Banyuwangi, (2/4/ 2023).

Lebih jauh Anggota Fraksi MPR dari PPP mendesak aparat harus bekerja cepat menangkap para pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum. Seperti diketahui, indikasi hasil temuan tim investigasi BP2-MI sebagaimana dinyatakan oleh Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Benny Rhamdani ditengarai bahwa ada peristiwa kesengajaan untuk mengorbankan salah satu perahu. “Dimana perahu tersebut bermuatan pekerja migran Indonesia dan sengaja ditenggelamkan agar mengecoh perhatian aparat,” paparnya.

Dengan aksi itu, lanjut Anggota Komisi IX DPR itu, sehingga dalam waktu bersamaan mereka dapat meloloskan perahu lain yang memuat lebih banyak lagi migran ilegal tanpa dilengkapi dokumen. “Ini benar-benar biadab, macam perilaku binatang. Sudah menabrak batas-batas nalar kemanusiaan. Pelakuknya harus dihukum seberat- beratnya,” tutur Mantan Wakil Sekjen PBNU.

Sejak 2021, lanjut Anas lagi, setidaknya sudah tujuh kali terjadi peristiwa tenggelamnya perahu pengangkut pekerja migran. Pertama terjadi di perairan Johor Malaysia pada 31 Desember 2021 yang menewaskan 22 orang dan 29 lainnya dinyatakan hilang. Petistiwa lainnya juga terjadi di perairan timur Sumatera yang menewaskan 44 pekerja migran dan 77 lainnya dinyatakan hilang. Peristiwa terakhir terjadi di perairan Batam, 14 November 2022 yang merenggut 7 nyawa pekerja migran Indonesia, termasuk seorang anak berusia tiga tahun. Itu harus benar-benar menjadi peristiwa terakhir dan jangan pernah terulang lagi.

Legislator dari Dapil Jatim III itu menjelaskan bahwa kasus ini menyadarkan masyarakat bahwa selama ini memang ada yang tidak beres dengan sistem penanganan pekerja migran ilegal di Indonesia. Pengawasannya terlalu lemah sehingga para sindikat bisa bekerja sangat bebas bahkan makin menggurita. Tidak mustahil sindikasi ini melibatkan kerjasama penjahat dan aparat melaui pelabuhan resmi.

Karenanya harus ada reformasi total terhadap sistem penyelenggaraan dan monitoring PMI mulai dari tahap rekruitmentasi, penempatan, sampai pemulangan kembali di Tanah air. Hukum harus ditegakkan maksimal. Siapapun pelakunya harus ditindak tegas. Termasuk siapa dalang dibalik para sindikat ini.***

Penulis : M Arpas
Editor   : Budiana

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top