Nasional

Pemkot Tangerang Diduga Serobot Lahan Milik Warga

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM-Pemkot Tangerang diduga melakukan penyerobotan lahan milik warga yang berlokasi di depan pintu utama TPA Rawa Kucing. Total luas lahan milik almarhum Riman Bin Ecang yang diduga diserobot Pemkot Tangerang tersebut mencapai 1,5 hektar.

“Dalam hitungan kami, ada 1,5 hektar lahan milik kami yang diduga diserobot Pemkot, termasuk lahan yang kini dipakai sebagai pintu gerbang utama TPA Rawa Kucing,” ujar Bambang Wahyudi, perwakilan ahli waris Riman Bin Ecang kepada wartawan, Jumat (11/9/2020).

Lebih jauh Bambang menjelaskan penyerobotan ini sudah dilakukan sekitar 1992 dan sampai sekarang belum ada penggantian dari Pemkot Tangerang kepada keluarga Almarhum Riman Bin Ecang.
“Awal tidak semua tanah kami dipakai oleh Pemkot, hanya sebagian saja yaitu lahan yang kini jadi pintu gerbang utama TPA Rawa Kucing, namun sekarang sudah dikosongkan semua, karena tanah ini sudah tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal, karena berdekatan dengan tumpukan sampah,” kata Bambang.

Sebenarnya, tambah Bambang, Pemkot Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang sudah mengalokasikan anggaran pada tahun 2020, namun informasi terakhir malah dibatalkan. “Ini yang jadi pertanyaan kami, kenapa dana yang sudah dianggarkan kemudian dibatalkan, kalau bicara urgensi, ini sangat penting,karena sekarang semua lahan milik kami sudah dipakai Pemkot, dijadikan pembuangan sampah, kami pindah karena memang berharap Pemkot segera lakukan ganti rugi, apalagi lahan kami sudah dipakai,” katanya.

Terkait hal ini, Bambang menyatakan dirinya dan pihak keluarga sudah sepakat untuk melakukan upaya hukum dan “perlawanan” terhadap kebijakan Pemkot Tangerang yang dinilai tidak pro kepada rakyat kecil. “Saya sedang menggalang dukungan dari keluarga dan kawan-kawan yang bersimpati, mungkin kita akan aksi melakukan penutupan pintu utama TPA Rawa Kucing, biar hak kita segera dipenuhi oleh Pemkot Tangerang, kalau melihat kondisi ini, Pemerintah bisa dikategorikan dzolim terhadap rakyat, masa tanah sudah dipakai, tidak segera diganti rugi,” katanya.

Terkait hal ini Dewan Pembina Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kota Tangerang, Septian Prasetio menyatakan, Pospera siap melakukan pendampingan dan advokasi terhadap keluarga alm Riman Bin Ecang. “Kami siap melakukan pendampingan terhadap keluarga Riman Bin Ecang bahkan siap mendukung aksi penutupan pintu TPA Rawa Kucing, jika memang diperlukan, termasuk melakukan upaya-upaya hukum,” ujar Septian yang juga dikenal sebagai pengacara muda Tangerang ini.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait masalah ini, Kepala Dinas LH Kota Tangerang, Dedi Suhada menyatakan, jika pihaknya baru akan mengalokasikan anggaran pembebasan pada tahun 2021, dengan alasan Pemkot Tangerang kekurangan anggaran pada tahun 2020, karena wabah Covid 19. “Sebenarnya sudah ada alokasi tahun 2020, namun dibatalkan karena adanya pemotongan anggaran di Dinas LH, akibat wabah Covid 19,,” katanya. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top