LEBAK, SUARAINVESTOR.COM – Sebagai wujud kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), acara Harmoni Hutan dan Kehidupan berhasil menghidupkan kembali potensi Hutan Dungus Ki Haji melalui berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan, keterampilan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu.
Ketua GMLS, Anis Faisal Reza, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi lingkungan tetapi juga mempersiapkan Kampung Nagajaya sebagai sister village dengan ketahanan ekonomi berbasis aset lokal. “Hutan Dungus Ki Haji adalah anugerah yang harus kita kelola dengan bijak untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan komunitas. Kita disini bukan mau merusak, tetapi ingin melestarikan”, ujar Anis Faisal Reza, Selasa (10/12/2024).
Dengan agenda Launching video profil Hutan Dungus Ki Haji, peluncuran buku biodiversitas seri flora, dan seminar mind-opening tentang potensi hutan tersebut. Acara yang dihadiri oleh 30 peserta. Seminar ini turut menghadirkan narasumber spesialis ekowisata berkelanjutan, yaitu Irwan Tamrin yang merupakan praktisi dan akademisi. “Mahasiswa UMN ini memiliki inisiatif yang baik, jadi dengan inisiatif ini diharapkan warga juga terdorong untuk mau menjaga dan mengelola Hutan Dungus Ki Haji ini dengan bijak” ujar Irwan Tamrin.
Lebih jauh Irwan menambahkan, berbagai materi dan contoh nyata dari pengalamannya mengelola konsep ekowisata di berbagai daerah. Sementara, Ketua RT Kampung Nagajaya Abah Tohri memberikan dukungan penuh masyarakat terhadap inisiatif ini. Ditambah lagi, konsep acara yang menyatu dengan alam—mulai dari lokasi hingga konsumsi—menjadi simbol penting dalam mengedepankan keberlanjutan.
PT Sinar Sosro juga memberikan dukungan melalui penyediaan konsumsi saat kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa PT Sinar Sosro berkomitmen penuh dalam mendukung acara keberlanjutan melalui produk yang diberikan. Seperti diketahui, hari pertama : Edukasi dan Pelestarian Hutan Pada Rabu, 4 Desember 2024, rangkaian acara dimulai di Saung Pertemuan Dungus Ki Haji, warga lokal ini juga menghadirkan sesi penanaman tanaman buah sebagai langkah awal menjaga ekosistem hutan.***
Penulis : A Rohman
Editor : Agung








