Market

Pandemi Membuat Lima Miliarder Makin Tajir Hartanya

NEW YORK, SUARAINVESTOR.COM – Tahun 2020 merupakan tahun yang sulit bagi sebagian besar orang akibat adanya pandemi Covid-19 yang terjadi secara global. Ekonomi tertekan karena kebijakan pembatasan wilayah (lockdown) guna mencegah transmisi virus corona.

Meski demikian, ternyata pandemi tak selalu membuat keuangan seseorang terpuruk, setidaknya itu yang terjadi pada para miliarder dunia. Beberapa miliarder malah mencatatkan lonjakan kekayaan di tengah tekanan Covid-19.

Mengutip Kompas.com yang dilansir dari Forbes, Sabtu (19/12/2020), dari 2.200 miliarder di dunia, sebanyak 60 persen diantaranya menjadi lebih ka di 2020. Sementara 36 persen diantaranya harus terima kekayaannya tergerus.

Ada lima miliarder yang mencatatkan lonjakan kekayaan tertinggi pada tahun ini yakni CEO Tesla Elons Musk, CEO Amazon Jeff Bezos, CEO LVMH Bernard Arnault, pendiri perusahaan minuman Nongfu Spring, Zhong Shanshan, serta Pendiri Quicken Loans, Dan Gilbert.

Jika di total dari peningkatan harta mereka, maka nilainya mencapai 310,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.378 triliun (asumsi kurs Rp 14.100 per dollar AS).

Berikut daftar para miliarder dunia yang berhasil menambah pundi-pundi kekayaan di tengah pandemi:

1. Elon Musk

Musk menjadi miliarder dengan lonjakan kekayaan tertinggi di tahun ini. Ia mengawali 2020 dengan kekayaan bersih sebesar 26,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 375 triliun.

Namun, kinerja perusahaan mobil listriknya, Tesla, secara konsisten berhasil melampaui ekspetasi analis, dan perkembangan teknologi yang dicetuskan Musk membuat banyak investor tertarik menanamkan dana di perusahaannya.

Nilai saham Tesla bahkan telah meningkat tujuh kali lipat di sepanjang tahun. Kenaikan ini tentu menguntungkan Musk hingga kekayaannya menjadi sebesar 136,9 miliiar dollar AS atau sekitar Rp 1.930 triliun pada pertengahan Desember 2020.

Dengan demikian, sepanjang tahun ini Musk mengalami lonjakan kekayaan sebanyak 110,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.555 triliun.

Tapi pundi-pundi kekayaan Musk tak hanya berasal dari Tesla, melainkan juga SpaceX, perusahaan transportasi luar angkasa yang dimilikinya. Forbes memperkirakan saham Musk di SpaceX bernilai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 282 triliun.

Pada Agustus 2020 lalu, valuasi SpaceX mencapai 46 miliar dollar AS atau sekitar Rp 676,2 triliun. Ini sekaligus membuat SpaceX menempati urutan ketiga dalam daftar startup terbesar di dunia bergelar unicorn, yakni perusahaan dengan nilai valuasi mencapai 1 miliar dollar AS.

2. Jeff Bezos

Bezos memegang 11,1 persen saham di Amazon, perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih dari 1,5 triliun dollar AS. Sepanjang tahun, saham Amazon telah naik 69 persen.

Pandemi membuat bisnis Amazon sebagai e-commerce mencapai kejayaannya, karena kebiasaan belanja masyarakat beralih ke online seiring dengan penutupan toko fisik saat akibat penerapan lockdown.

Berkat itu, Bezos menambah pundi-pundi kekayaannya sebesar 67,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 951 triliun di sepanjang tahun. Kini nilai kekayaan bersihnya telah mencapai 182,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.569 triliun.

Pada Agustus 2020, ia bahkan sempat menjadi orang pertama dalam sejarah yang berhasil memiliki kekayaan bersih mencapai 200 miliar dolar AS. Meski kekayaanya turun di penghujung tahun, Bezos tetap mempertahankan statusnya sebagai orang terkaya di dunia.

3. Zhong Shanshan

Zhong membuat lonjakan kekayaan yang menakjubkan di tengah pandemi, setelah perusahaan air minum kemasan miliknya, Nongfu Spring, go public di bursa Hong Kong pada September 2020 lalu.

Saat IPO harga saham Nongfu Spring sebesar 2,77 dollar AS, namun pada 11 Desember 2020 harga per lembar sahamnnya telah naik hampir dua kali lipat.

Berkat Nongfu Spring, yang memiliki seperlima dari pangsa pasar air minum kemasan di China itu, kekayaan Zhong naik yaitu sebesar 60,5 miliar dollar AS.

Kini kekayaan bersihnya telah mencapai 62,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 881 triliun. Ini sekaligus menjadikan Zhong orang terkaya di China, menggeser posisi Pendiri Alibab Jack Ma yang kekayaannya sebesar 61,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 864 triliun

Di sisi lain, kekayaan Zhong juga berasal dari kontrolnya terhadap perusahaan pembuat vaksin, Beijing Wantai Biological Pharmacy, yang juga go public pada April 2020 lalu. Pada 11 Desember 2020, saham Wantai diperdagangkan dengan harga 15 kali lipat dari saat IPO.

Perusahaan tersebut tengah mengembangkan vaksin berbentuk alat semprotan hidung untuk Covid-19, yang sedang dalam uji coba fase 2 pada November 2020 lalu.

4. Dan Gilbert

Gilbert yang merupakan pendiri perusahaan hipotek, Quicken Loans, tersebut berhasil menambah kekayaanny berkat IPO besar-besaran yang dilakukan pada tahun ini.

Perusahaan induk Quicken Loans, Rocket Companies, go public pada Agustus 2020. Gilbert diketahui memiliki 95 persen saham Rocket, yang bernilai 41 miliar dollar AS pada penutupan pasar 11 Desember 2020.

Berkat itu kekayaan bersih Gilbert pun naik 37,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 523 triliun di sepanjang tahun. Kini nilai kekayaan bersihnya mencapai 43,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 618,9 triliun.

5. Bernard Arnault

Pemilik perusahaan LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE, atau yang lebih sering sebut LVMH tersebut, menambah nilai kekayaannya sebesar 35 miliar dollar AS atau sekitar Rp 493 triliun.

Dengan demikian, kekayaan bersihnya di penghujung tahun 2020 ini menjadi sebesar Rp 146,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.062 triliun.

Penjualan barang mewah memang masih turun secara keseluruhan di tengah pandemi. Tapi LVMH mengejutkan investor pada musim gugur ini, ketika melaporkan tingginya penjualan tas Louis Vuitton dan Dior.

Penjualan yang kuat itu utamanya terjadi di negara-negara seperti Korea Selatan dan China, yang telah berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19. ***

Sumber: Kompas.com

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top