Infrastruktur

Pakai Dana Mandiri Rp50 Miliar, Tanoto Foundation Tetap Dukung POP Kemendikbud

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Tanoto Foundation kembali menegaskan tak menerima dana hibah dari Kemendikbud dalam program Program Organisasi Penggerak (POP). Sejak memulai kegiatan filantropi pada 1981, Tanoto Foundation selalu menggunakan dana sendiri untuk membiayai program-programnya dalam mendukung pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Tidak ada hibah dana dari pemerintah ke Tanoto Foundation,” kata Direktur Komunikasi Tanoto Foundation, Haviez Gautama dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Lebih jauh Haviez menjelaskan pihaknya mengalokasikan dana hingga Rp 50 miliar untuk mendukung POP yang dijalankan Kemendikbud. “Salah satu misi Tanoto Foundation bekerja sama dengan pemerintah melalui POP Kemendikbud adalah mendorong percepatan peringkat global pendidikan Indonesia,” ujarnya.

Tanoto Foundation memiliki prinsip bahwa pendidikan berkualitas dapat mempercepat kesetaraan peluang. Dalam mewujudkan prinsip ini, Tanoto Foundation siap menggunakan dana filantropi yang dimiliki dan bermitra dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lain untuk bersama-sama mengupayakan pendidikan berkualitas.

Dengan sumber daya yang dimiliki, per 30 Juni 2020, Tanoto Foundation telah memodelkan inovasi peningkatan kualitas pembelajaran dan kepemimpinan sekolah untuk 4,889 kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan pengawas sekolah di 592 sekolah dan madrasah mitra.

Sementara itu Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation Ari Widowati menambahkan, dalam proses pendaftaran organisasi penggerak, Tanoto Foundation memasukkan pilihan pendanaan secara mandiri.

Dari pilihan tersebut, pihaknya tidak menerima bantuan dana dari pemerintah dalam menjalankan program. Ari juga menjelaskan bahwa sejak 16 April 2020, mereka juga tidak ada komunikasi dengan Kemendikbud, kecuali melalui platform tanya jawab POP. Selain itu, mereka dihubungi secara blind review oleh evaluator, di mana pewawancara tidak mengetahui asal organisasi. “Semua dilakukan dengan prosedur yang ketat,” kata Ari.

Sebagaimana diketahui, Kemendikbud menjalankan program POP guna memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru penggerak demi meningkatkan kualitas dan kemampuan peserta didik. Selain murni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terdapat skema pembiayaan mandiri dan dana pendamping (matching fund). ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top