Nasional

NU Circle – Gernas Tastaka Gelar Pelaksanaan POP Serentak di 7 Wilayah

NU Circle - Gernas Tastaka Gelar Pelaksanaan POP Serentak di 7 Wilayah

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Sebagai wujud tanggung jawab membangun dan Menumbuhkan Generasi Emas Indonesia 2045, NU Circle melaksanakan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika di 7 wilayah Indonesia secara serentak.

Peluncuran kegiatan ini sekaligus pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Kegiatan yang mengambil tema “Program Pembelajaran Matematika Bernalar, Kontekstual Sederhana dan Mendasar” dilaksanakan di tujuh wilayah yaitu Kabupaten Deli Serdang (Sumatera Utara), Kabupaten Sumenep (Pulau Madura-Jawa Timur) Kabupaten Bima (Pulau Sumbawa-Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Sumba Timur (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Maros (Sulawesi Selatan), Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) dan Kabupaten Gunung Mas (Kalimantan Tengah).Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama bulan Otkober hingga Desember 2021.

“Hari ini kegiatan POP dilaksanakan secara berani dengan melibatkan 7 wilayah di Indonesia. NU Circle akan fokus membangun Generasi Emas Indonesia 2045 sebagai upaya serius, terstruktur dan berkelanjutan untuk mencegah disintegrasi bangsa di kemudian hari,” ucap tegas Ketua NU Circle Dr. Gatot Prio Utomo (Gus Pu) dalam peluncuran Gernas Tastaka NU Circle hari ini Sabtu ( 2/10/2021).

NU Circle - Gernas Tastaka Gelar Pelaksanaan POP Serentak di 7 Wilayah


Peluncuran secara bersamaan melalui virtual ‘Program Pembelajaran Matematika Bernalar, Sederhana dan Mendasar’ sekaligus pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Sabtu (2/10/2021). (Foto: Lingkar NU)

Gus Pu meminta semua tidak boleh lagi abai dengan situasi kemunduran mutu pendidikan nasional. Sebab, kualitas literasi numerasi anak Indonesia saat ini sangat terpuruk. Mutu anak SMP setara dengan kelas 4 SD. “Jika dibiarkan, ini sangat berbahaya bagi masa depan bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Gus Pu menjelaskan Gernas Tastaka mengajarkan pembelajaran bernalar dan kontekstual serta diajarkan dengan metode yang sangat sederhana dan mendasar. Gernas Tastaka akan menjadinjawaban atas tingginya mutu pendidikan numerasi di Indonesia.

“Berkali-kali kami menerima kesaksian dari para guru di berbagai wilayah di Indonesia bahwa pembelajaran yang dilaksanakan Gernas Tastaka memberikan solusi cerdas dan bernalar atas pendidikan numerasi di kelas-kelas,” ujarnya.

Ini adalah bagian depan proses pembelajaran matematika harus bernalar. Kebernalaran ini menjadi ujung tombak pembangunan Generasi Emas Indonesia. “Ini yang sedang digerakkan NU Circle baik bersama pemerintah maupun berbagai lembaga sosial, perusahaan, dan BUMN,” tegasnya.

Gus Pu mengatakan selama tiga tahun Gernas Tastaka fokus mendidik guru SD. Guru SD akan mendidik anak-anak SD. Sasaran utama pendidikan numerasi adalah pada pendidikan dasar, yaitu SD dan Madrasah Ibtidaiyah. Merekalah generasi yang akan menjadi pemimpin nasional 25 tahun ke depan.

Dalam kesempatan ini, hadir Ketua Dewan Kehormatan NU Circle yang juga Wakil Ketua MPR Arsul Sani. Dalam sambutannya, Arsul Sani menegaskan bahwa Lingkar NU melakukan upaya-upaya solusi untuk mengatasi masalah kebangsaan.

“NU Circle melakukan berbagai terobosan dalam mengatasi berbagai masalah kebangsaan. Salah satunya di bidang pendidikan. Dengan mengusung Gernas Tastaka, NU Circle sudah terlibat selama tiga tahun mendidik guru-guru Indonesia, secara mandiri dan bersama-sama berbagai lembaga. Upaya ini patut diapresiasi. Kita harus bertanggung jawab atas permasalahan di NKRI yang kita cintai,” ujar Arsul Sani.

Arsul Sani mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek yang telah ikut bersama NU Circle Membangun Generasi Emas Indonesia 2045. “Kami mengapresiasi Kemendikbud Ristek yang ikut terlibat dalam Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika,” kata Arsul Sani yang juga Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP). ).

Dalam acara ini hadir Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Mas Esra, Master Trainer Dhita Puti Sarasvati dan Trainer Nasional Gernas Tastaka Arsyiyatul Alawiyah.

Penulis : Anto
Editor : Kamsari

 

BERITA POPULER

To Top