Nasional

MPR Dukung Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan, Agar Tak Jadi Muallaf Pancasila

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Anggota MPR RI Saifullah Tamliha (FPPP) dan Muchamad Nabil Harien (FPDIP) mendukung Pancasila kembali dijadikan kurikulum pendidikan nasional. Baik untuk pendidikan sekolah negeri maupun swasta dan pesantren. Sehingga dengan pendidikan Pancasila tersebut anak-anak sejak dini akan memiliki pemahaman dan karakter ke-Indoensia-an dalam berbangsa dan bernegara.

“Era reformasi Mei 98 ini terlalu euforia politik dan menganggap pendidikan Pancasila tidak penting. Padahal, Pancasila sangat penting sebagai pemersatu bangsa dan tak ada ideologi lain yang masuk. Baik komunis maupun khilafah yang mengancam keutuhan NKRI,” demikian Saifullah Tamliha dalam diskusi Empat Pilar MPR RI ‘Membentuk Karakter Bangsa: Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan?’ bersama Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil) di Kompleks MPR RI Senayan Jakarta, Senin (13/7/2020).

Bahkan kata Tamliha, dirinya saat ke kunjungan kerja ke Eropa Timur justru mereka terkagum-kagum ingin tahu apa itu Pancasila? Sementara yang melakukan sosialiasi 4 Pilar MPR RI tersebut hanya MPR RI. Karena itu, FPP mendukung Pancasila menjadi kurikulum pendidikan agar generasi milenial ini memahami sejarah bangsa berikut ideologi yang dibangunnya.

Yang penting dari sosialiasi selama ini harus dievaluasi. Khususnya terkait dengan nilai-nilai Pancasila dan implementasinya di masyarakat. “Saya kira kalau semua mengamalkan Pancasila, tak akan ada korupsi, tak ada anak-anak yang pendidikannya telantar, dan negara ini pasti sudah maju, adil, makmur dan sejahtera,” ujarnya.

Celakanya lagi kata Tamliha, amanat UUD NRI 1945 Pasal 33 dimana kekayaan bumi dan air seharusnya dikuasai oleh negara, tapi dalam amandemen malah diserahkan kepada kepala daerah. Alhasil, banyak disalahgunakan dan negara dirugikan. “Kini kewenangan itu akan dikembalikan ke pusat. Alhasil, kekayaan alam itu sudah hampir habis digaruk oleh para pengusaha,” pungkasnya kecewa.

Gus.Nabil hanya mengingatkan kalau semua sepakat bahwa Pancasila itu sudah final dan harga mati. Namun, jangan sampai hanya menjadi narasi, tapi miskin implementasi. “Kalau sepakat masuk kurukulum, maka semua akan menjadi Pancasilais, nasionalis dan religius. Jangan tanggung-tanggung. Jangan menjadi muallaf Pancasila,” kata Ketua Umum Pagar Nusa NU itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top