Opini

Menaruh Harapan Legislator Muda Bersuara Kritis di Parlemen 2024-2029

Menaruh Harapan Legislator Muda Bersuara Kritis di Parlemen 2024-2029
Kompleks Parlemen saat sedang pembangunan/Sumber Foto: dok MPR RI

*) Agus Eko Cahyono

Lolosnya sejumlah Legislator muda di parlemen menjadi harapan dan semangat baru bagi parlemen 2024 untuk lebih memperjuangkan Nasib kaum milenial ke depan. Berdasarkan data Centre for Strategic and International Studies (CSIS) bahwa 87 legislator atau sekitar 15% caleg berusia di bawah 40 tahun yang terpilih. Adapun total kursi di DPR untuk periode 2024-2029 sebanyak 580 kursi.

Secara persentase, jumlah caleg terpilih turun 1% dibandingkan Pemilu periode 2019, dimana tercatat 16% anggota DPR RI berusia di bawah 40 tahun yang berhasil lolos. Pada periode 2019-2024, tercatat ada 575 anggota DPR.
Meski jumlah anak muda alias Gen Z yang masuk ke Senayan turun, namun bukan berarti kalangan milenial tersebut harus mengalah pada seniornya, terutama bersuara kritis terhadap ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan.

Berdasakan Survei Litbang Kompas 10 Januari-12 Januari 2023 mengungkap bahwa sebanyak 56,6 persen responden menilai para anggota Dewan belum kritis dalam membahas rancangan undang-undang. Sedangkan 36,3 persen menyatakan anggota DPR sudah kritis. Kemudian 54,9 persen responden menilai anggota DPR tak kritis dalam membahas anggaran pemerintah. Hanya 33,8 persen yang menilai anggota dewan sudah kritis. Lalu 57,3 persen mengatakan anggota Parlemen belum kritis dalam mengawasi kebijakan-kebijakan pemerintah. Sedangkan 34,8 persen merasa anggota DPR sudah cukup kritis menjalankan fungsi pengawasan.

Seperti yang dikatakan Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyatakan DPR RI juga dinilai malas untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap sejumlah isu yang menjadi sorotan masyarakat, selama masa sidang III tahun 2023-2024. “DPR sudah tidak bergairah lagi untuk mengevaluasi pelaksanaan APBN TA 2023. Hanya satu komisi yang melakukannya. Bahkan untuk agenda mengawasi pelaksanaan kebijakan fiskal tahun 2024 juga tidak tampak dilakukan oleh DPR,” kata I Made Leo Wiratma, di Jakarta, Senin, (4/3/2024).

Formappi menduga kinerja yang masih jauh dari harapan itu tidak terlepas dari terbaginya fokus anggota DPR. Dari total 575 anggota DPR, 91 persen atau 521 orang di antaranya maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) 2024. ”Keinginan untuk menang di Pileg 2024 mendorong anggota DPR untuk fokus di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Kesibukan itu berdampak pada kinerja DPR pada umumnya.”

Prestasi dan Transparansi
Yang jelas, kesan dan citra DPR yang saat ini masih negatif harus dilawan dengan semangat kerja dan prestasi para anggota DPR muda. Bahkan kehadiran legislator muda ini diharapkan bisa mengubah citra wajah parlemen menuju Indonesia emas 2024. “Legislator muda harus cepat belajar, sehingga bisa cepat menguasai dan memahami permasalahan yang ada di masyarakat, terutama yang berkaitan yang Komisinya,” kata Anggota Komisi XI DPR, Ahmad Najib Qodratullah di Jakarta, Kamis (27/6/2024).

Menurut Ahmad Najib-sapaan akrabnya, setiap parpol pasti akan memberikan kesempatan yang sama kepada semua politisi muda di Senayan. “Untuk kader PAN yang sudah masuk DPR RI, mereka harus berani tampil menyuarakan aspirasi daerahnya. Dengan begitu, citra Parlemen 2024-2029 akan lebih pro kepada rakyat,” paparnya.

Bahkan, kata Anggota Badan Akuntabilitas dan Keuangan Negara (BAKN) DPR itu, bagi legislator muda yang berprestasi tentu akan mendapatkan award, namun begitu soal award ini bakal diberikan dengan melihat banyak aspek. “Yang penting itu kader harus memiliki knowledge yang tinggi, baik politik, ekonomi, sosial dan budaya. Kalau tak punya knowledge, bagaimana mau bersuara kritis?,” terangnya sambil bertanya.

Keberpihakan partai terhadap legislator muda itu sangat menentukan keberhasilan membangun kinerja DPR. Adapun bentuk keberpihakan parpol terhadap anak muda yang tergabung sebagai kader adalah menempatkannya pada kursi parlemen yang sesuai dengan latar belakang dan kemampuannya. “Kalau anak muda tidak didorong masuk sebuah komisi yang betul-betul mereka bidangi, akhirnya mereka tidak menjiwai isu-isu yang dibahas di setiap komisi,” kata Anggota Komisi VII DPR, Dyah Roro Esty.

Politisi muda dari Partai Golkar itu mendorong parpol memberikan ruang yang luas kepada anak-anak muda yang memiliki kemampuan dalam satu bidang khusus yang memang dikuasainya. “Targetnya, salah satunya itu menentukan bagaimana mereka berkontribusi dalam sebuah sistem,” katanya.

Selain knowledge, untuk membangun kepercayaan publik kepada DPR, maka perlu dilakukan dengan aspek transparansi. Politisi Muda DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Muhammad Farhan lebih mengutamakan aspek keterbukaan. Pasalnya, keterbukaan menjadi prinsip untuk menjaga kredibilitas, kepercayaan, serta atmosfer demokrasi. Oleh karena itu anggota DPR harus terbuka terhadap kritik dan sindiran dari masyarakat. “Kebebasan masyarakat dalam mengkritik kinerja anggota DPR menjadi bukti bahwa demokrasi masih berjalan di Indonesia,” ujarnya mengutip Kompas, Kamis, (25/1/2024).

Legislator muda yang lolos ke Senayan periode 2024-2029 dari Dapil Jawa Barat I itu menambahkan, DPR sudah melakukan berbagai upaya supaya sidang parlemen bisa disaksikan langsung oleh masyarakat. Salah satunya dengan menayangkan persidangan di TV dan Radio Parlemen. Saluran ini melakukan streaming selama sidang berlangsung dan tayangannya bisa diunduh. “Hal tersebut membuktikan bahwa DPR sudah beradaptasi dalam perkembangan teknologi digital sekaligus bentuk transparansi,” ujarnya.

Terdongkrak Positif
Survei terbaru Litbang Kompas merekam lonjakan kenaikan citra publik terhadap DPR. Hasilnya, mencatat citra baik DPR berada pada posisi 63 persen per Juni 2024, artinya meningkat 12,1 persen dari periode Desember 2023. Meski memperoleh kenaikan tertinggi, citra DPR masih tergolong tiga terbawah setelah Mahkamah Konstitusi (61 persen) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (56 persen).

Sebelumnya, pada Desember 2023, Litbang Kompas mencatat citra positif DPR hanya sebesar 50,5 persen. Sementara pada Oktober 2022, menurut lembaga yang sama, citra DPR ada di angka 44,4 persen. Artinya, terdapat tren positif apresiasi masyarakat kepada DPR dari tahun ke tahun selama dipimpin Puan dan kawan-kawan. “Alhamdulillah, apabila rakyat dapat merasakan hasil kerja gotong royong seluruh elemen di DPR,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (21/6/2024).

Puan menegaskan, DPR akan terus berkomitmen untuk menjalankan kedaulatan rakyat dengan penuh dedikasi. “Hasil survei Ini akan jadi sumber semangat DPR ke depan untuk lebih baik lagi,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati yang mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil Survei Litbang Kompas periode Juni 2024 yang menunjukkan kenaikan citra positif terhadap DPR RI. Pasalnya, berdasarkan hasil survei yang beredar, DPR RI memperoleh 62,6 persen peringkat keenam dari total delapan lembaga negara yang disurvei per Juni 2024, yang sebelumnya memperoleh 50 persen per Desember 2023. “Alhamdulillah. Atas citra DPR yg meningkat tentu saya senang dan bersyukur kepada Allah serta berterima kasih kepada masyarakat.” ujar Anis dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis (27/6/2024).

Lebih lanjut Anis  mengungkapkan bahwa kenaikan persentase itu menjadi amanah yang berat bagi DPR RI untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Maka dari itu, ia mengungkapkan bahwa anggota DPR RI harus lebih amanah lagi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kerjanya. “Baik dalam pengawasan, anggaran, dan legislasi,” lanjut Politisi Fraksi PKS ini.

Sementara itu, Deputi Bidang Persidangan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI Suprihartini menyebutkan hasil sebesar 62,6 persen tersebut menunjukkan citra postifi DPR yang semakin membaik setiap tahunnya. “Alhamdullilah ini ada peningkatan nilai kepercayaan publik kepada DPR, sehingga memberikan peningkatan citra positif bagi DPR,” katanya mengutip Parlementaria, Jumat (21/6/2024).

Menurutnya, citra positif DPR memang menunjukkan tren positif sejak tahun lalu. Meskipun peningkatannya tergolong tipis dan DPR pada survei kali ini citranya meningkat paling tinggi dibandingkan lembaga lainnya yaitu 12,1 persen. Penilaian positif itu berbarengan dengan apresiasi atas kinerja DPR yang ketika survei dilakukan tengan mengesahkan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak. “Salah satunya pengesahan RUU KIA ini merupakan suatu terobosan bagaimana kita mengatur untuk ibu dan anak. Jadi ini merupakan sebuah kebanggaan, kita bersyukur ini merupakan hasil kerjasama semua pihak dan kami berharap citra DPR dapat terus meningkat tiap tahunnya,” tutur Suprihartini.***

*) Penulis Wartawan Suarainvestor.com

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top