Nasional

Marzuki Alie Laporkan Andi Naragong Ke Bareskrim

JAKARTA – Mantan Ketua DPR RI dari Partai Demokrat Marzuki Alie memenuhi janjinya untuk melaporkan pencatut namanya dalam kasus dugaan korupsi e-KTP, yaitu Andi Agustinus atau Andi Naragong dan Sugiharto ke Bareskrim Polri. Dimana Marzuki Alie disebut-sebut telah menerima aliran dana dari megaproyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun pada tahun angggaran 2009 – 2014.

“Bahwa Andi Narogong itu menjelaskan kepada terdakwa dua yaitu Sugiharto yang telah dijadikan tersangka oleh KPK, jika dia akan menyampaikan uang yang katanya Rp 520 miliar, dan masuk nama saya yang katanya diberikan Rp 20 miliar. Ini fitnah makanya saya laporkan ke Bareskrim,” tegas Marzuki Alie pada wartawan di kantor Bareskrim Polri Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

Dalam surat dakwaan yang disebut tersangka tersebut, Marzuki berada di urutan ke-28 sebagai penerima aliran uang korupsi proyek e-KTP. Padahal kata Marzuki dirinya sama sekali tidak mengenal Andi Narogong yang intens berperan mengawal proses anggaran dan pelaksanaan lelang e-KTP tersebut.

“Kenal saja tidak. Bagaimana bentuk mukanya, bagaimana sosoknya saya tidak tahu dan tidak pernah bertemu. Dan, saya baru tahu namanya kemarin melalui media yang menyebut nama saya tersebut. Ngapalin namanya saja susah kok membawa-bawa nama saya,” ujarnya kecewa.

Saat menjadi Ketua DPR RI Marzuki tak ikut pembahasan pengadaan e-KTP, karena pembahasan dalam komisi langsung dibawahi Wakil Ketua DPR. “Komisi II DPR dan di bawah koordinasi Korpolkam, Wakil Ketua. Komisi II itu dibawahi oleh Wakil Ketua DPR. Jadi, saya nggak membawahi Komisi II DPR sama sekali,” tambahnya.

Selain itu dirinya tidak pernah dipanggil KPK untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi e-KTP tersebut. “Seharusnya kalau nama saya disebut-sebut, saya dimintai keterangan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top