Headline

Luka Produktifitas, BI: Industri Pariwisata Perlu Prioritas Penanganan

Luka Produktifitas, BI: Industri Pariwisata Perlu Prioritas Penanganan
Bank Indonesia, Perwakilan Bandung, Jalan Braga/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pandemi Covid-19 berimbas pada produktivitas pasar tenaga kerja dan pendidikan. Begitupun sektor investasi maupun swasta, terutama sektor transportasi dan pariwisata. “Karena itu, penting peran G20 melalui kebijakan yang pro terhadap produktivitas, investasi, penguatan pasar tenaga kerja dan relokasi modal,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada seminar bertajuk“Addressing Scarring Effect to Secure Future Growth” di Jakarta, Kamis (10/3/2022).

Menurut Perry, pandemi telah mengakibatkan terjadinya disrupsi pasar tenaga kerja seperti pengangguran seketika akibat pandemi, serta penurunan produktivitas akibat perubahan metode pendidikan sekolah.

Lebih lanjut, kata Perry, timbul efek lanjutan masalah pengangguran tersebut seperti kesehatan, masalah sosial hingga stabilitas politik. Karena itu, solusi penanganannya dengan mengutamakan investasi healthcare dan produksi vaksin sebagai penanganan pandemi. “Lalu investasi pada infrastruktur digital guna meningkatkan produktivitas kerja dan pendidikan, memaksimalkan kemampuan digital pada pelajar dan pekerja, menggiatkan investasi sektor strategis, serta dukungan pada masa transisi yakni peningkatan keterampilan kaum wanita dan pemuda,” ujarnya.

Perry mengungkapkan sektor pariwisata sebagai industri yang paling terluka oleh scarring effect tersebut. Tercatat guncangan koreksi pertumbuhan sektor pariwisata global sebesar 11%, lebih dalam dibanding sektor lainnya sebesar 6,4%. “Karena itu, pariwisata perlu menjadi prioritas penanganan mengingat sektor tersebut merupakan pilar ekonomi global yang melibatkan pemuda, wanita serta sektor informal.”

Dikatakan Perry, guncangan dapat berdampak pada masalah fiskal dan risiko kredit. Untuk penanganannya, terdapat sejumlah inovasi seperti promosi pariwisata domestik, eco-tourism, inovasi teknologi, serta mengaitkan pariwisata dengan sektor lainnya seperti agrikultur dan pengembangan produk ekspor. “Pemulihan sektor pariwisata juga bergantung pada kebijakan suatu negara terhadap mobilitas wisatawan yang dikaitkan dengan isu kesehatan.”

Menjawab tantangan tersebut, Perry menjelaskan, terdapat prioritas penanganan scarring effects, antara lain relokasi tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran dan mendukung keahlian baru, relokasi modal dan dukungan investasi. “Serta peningkatan inklusi dan literasi digital melalui pemanfaatan teknologi, serta penanganan dan pencegahan pandemi yang menjadi hal krusial,” paparnya.

Gubernur Perry mengimbau agar korporasi perlu menyusun ulang strategi bisnis, struktur keuangan, manajemen dan ketahanan melalui digitalisasi untuk terus melangkah. Perbankan juga perlu menilik kembali penyaluran kredit ke sektor prioritas dan kredit modal kerja bagi ekspansi bisnis. ***

Penulis     :     Iwan Damiri 

Editor      :      Kamsari 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top