Market

Legislator Gerindra: Standar Pendidikan Perlu Disesuaikan Dengan Kebutuhan Wilayah

Legislator Gerindra: Standar Pendidikan Perlu Disesuaikan Dengan Kebutuhan Wilayah
Dialektika demokrasi berthema "Merdeka Belajar! Membedah Permendikbudristek No. 53 tahun 2023’ di Gedung DPR/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah meminta agar Kemendikbud harus melibatkan media dalam proses sosialisasi pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini sangat penting, karena untuk mencerdaskan bangsa melalui pendidikan tentu peranan media dalam membangun framing positif sangat diperlukan.”Langkah sosialisasi dari Kemendikbud ini harus cepat dijelaskan kepada masyarakat secara komprehensif agar tidak menimbulkan miskomunikasi,” kata dalam dialektika demokrasi berthema “Merdeka Belajar! Membedah Permendikbudristek No. 53 tahun 2023’ di Gedung DPR RI,Jakarta, Selasa (12/09/2023).

Selain itu, Politisi Gerindra ini mendesak Kemendikbud perlunya menyusun grand design pendidikan nasional dalam skala 20 tahun ke depan. Sehingga arah dan tujuan pendidikan di Indonesia menjadi jelas dalam pembangunan nasional. “Grand design pendidikan selama 20 tahun ke depan sangat dibutuhkan, karena itu dalam sosialisasi harus melibatkan media massa, apalagi media punya peranan penting untuk framing yang membangun,” ungkapnya.

Lebih jauh Ima-sapaan akrabnya, melihat masih terdapat komunikasi yang tersendat dalam kegiatan mensosialisasikan pemerataan pendidikan. Tidak hanya daerah yang jauh saja, bahkan daerah yang dekat dengan pusat masih terdapat miss komunikasi yang perlu diperbaiki. “Maka sosialisasi dari pemerintah ini perlu diperbaiki, bahkan kami di lapangan juga kadang jadi harus membantu menjelaskan kebijakan Kemendikbud tersebut,” tuturnya.

Menurut Ima, Kemendikbud harus menyiapkan konsep standar pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di setiap wilayah. Pasalnya, memang setiap kebutuhan demografi wilayah pada pendidikan itu terdapat perbedaan yang beragam. “Standar pendidikan mestinya disesuaikan dengan kebutuhan wilayah,”urainya.

Legislator Gerindra dari Dapil DKI Jakarta II tersebut menambahkan hal yang tidak kalah adalah tentang kualitas dosen yang harus lebih menguasai teknologi.
Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan yang dilakukan mahasiswa ditambah pada saat ini era teknologi lebih canggih sehingga hal tersebut perlu diantisipasi. “Selain itu dosen juga harus lebih pintar dari mahasiswanya dalam hal teknologi,” tutupnya.***

Penulis  : Budiana
Editor    : Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top