Market

Lagi, Marwan Minta Bebaskan Biaya Rapid, Swab Test dan Vaksin Covid-19 Untuk Rakyat

Marwan Jakfar/republika.co.id

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Pemerintah diminta membebaskan biaya rapid dan swab test serta vaksin Covid-19 bagi masyarakat kurang mampu. Alasannya, penurunan harga rapid dan test Polymerase Chain Reaction (PCR) belum signifikan bagi masyarakat kurang mampu, terutama bagi yang terdampak pandemi Covid-19. “Saya sudah berkali-kali untuk meminta gratis untuk rakyat,” kata anggota Komisi VI DPR, Marwan Jafar saat rapat dengar pendapat Komisi VI DPR dengan Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Direktur Utama PT Kimia Farma, Direktur Utama PT lndofarma, dan Direktur Utama PT Phapros, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Lebih jauh Mantan Menter Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), pemberian gratis rapid dan swab test serta vaksin Covid-19 sesuai dengan keinginan Menteri BUMN, Erick Thohir bagi peserta BPJS Kesehatan. Dan hal itu sebagai bukti negara hadir di tengah-tengah masyarakat.“Sejak awal saya mengatakan tak perlu memungut biaya bagi masyarakat kurang mampu, sebagai bukti negara hadir dan amanat konstitusi,” ujarnya.

Menurut Marwan, pemerintah tidak hanya memakai data BPJS Kesehatan saja bagi masyarakat yang kurang mampu untuk mendapat gratis berbagai test kesehatan guna pencegahan Covid-19. “Intinya bukan hanya menekan harga. Karena menurut saya penurunan harga swab Rp900.000 itu belum signifikan dan itu masih tinggi,” tambah Marwan.

Politisi PKB ini menjelaskan dana Kemenkes yang belum terserap dapat dialihkan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Oleh karena itu dana Kementerian Kesehatan yang melimpah dan belum terserap semua bisa dialihkan dengan BUMN Farmasi. “Jadi tidak hanya sekedar menekan harga, agar bisa terjangkau. Tetapi juga menggratiskan kepada masyarakat kita yang tidak mampu. Saya sudah berkali-kali untuk meminta gratis,” ungkapnya.

Selain itu, kata Marwan, dana tersebut juga bisa dipakai untuk mensubsidi mobile lab untuk menyalurkan obat-obatan kepada masyarakat di sejumlah daerah. Apalagi, menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020. “Keberadaan Mobil Lab sangat dibutuhkan kita, supaya masyarakat daerah bisa dengan cepat mendapat bantuan obat-obatan. Supaya lebih cepat memberikan masyarakat kita di daerah, termasuk jelang Pilkada,” tuturnya.

Hal itu menanggapi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang secara resmi menetapkan harga swab test sebesar Rp900.000. Harga itu sudah termasuk pemeriksaan dengan metode real-time (RT) Polymerase Chain Reaction (PCR).

Lebih lanjut Marwan mengungkapkan kesepakatan BPKP dan Kemenkes itu harus disosialisasikan kepada masyarakat hingga seluruh daerah. Sehingga, hal itu tidak hanya wacana ditengah-tengah masyarakat.”Harus segera ditandatangani dan diumumkan, sehingga tidak hanya wacana. Harus dikawal di lapangan, termasuk di rumah sakit seluruh Indonesia,” terangnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Marwan juga meminta agar vaksin yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan segregasi etnik masyarakat Indonesia. Hal itu dapat dilakukan kerjasama dengan perusahaan farmasi luar yang memiliki uji klinis. “Soal vaksin platformnya harus cocok dengan masyarakat Indonesia, dengan kondisi tubuh masyarakat Indonesia, sesuai dengan milio masyarakat Indonesia, cocok dengan segredasi etnik masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Marwan juga meminta, agar Indonesia mengurangi impor bahan baku obat-obatan dari luar negeri. Mengingat, impor bahan baku obat-obatan yang justru membuat harga meningkat. “Bagaimana kita mulai mengurangi impor bahan baku obat-obatan kita. Alam kita ini kan kaya raya, kenapa kita tidak menggunakan kekayaan kita. Ini momentum saatnya kita harus mengupayakan dan memaksimalkan bahan baku dari dalam negeri dengan riset yang kredible,”pungkasnya. ***

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top