Industri & Perdagangan

Komisi XI DPR Usul BPI Danantara Dilibatkan Bahas Asumsi Makro Negara

Komisi XI DPR Usul BPI Danantara Dilibatkan Bahas Asumsi Makro Negara
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun/foto: dpr ri

JAKARTA,SUARAINVESTOR.COM  – Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mengusulkan agar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dilibatkan dalam pembahasan asumsi makro ekonomi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, kehadiran BPI Danantara penting untuk mendorong investasi dan penguatan sektor riil untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Usulan tersebut disampaikan Misbakhun saat memimpin Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner OJK terkait pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027, di Ruang Rapat Komisi XI, Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

“Menurut saya, suatu saat kita harus memanggil BPI Danantara itu dalam forum asumsi makro seperti ini. Dulu asumsi makro di depan kita ada Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gubernur BI, dan BPS. Terus, investasi BUMN itu ada BPI Danantara. Kita menyepakati ya? tanya Misbakhun yang lantas disetujui oleh segenap Pimpinan dan Anggota Komisi XI DPR RI,” tegas Misbakhun.

Legislator Fraksi Partai Golkar itu menilai keterlibatan BPI Danantara dalam pembahasan ekonomi makro menjadi relevan karena investasi merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan target pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, Komisi XI DPR RI memandang perlu mendapatkan penjelasan langsung mengenai kontribusi dan strategi investasi yang akan dijalankan lembaga tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit mempertanyakan posisi BPI Danantara dalam skema pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 yang diproyeksikan mencapai 6 persen. Pasalnya, kebutuhan investasi nasional pada tahun 2027 diperkirakan mendekati Rp9.000 triliun.

Oleh karena itu, nilainya, diperlukan kejelasan mengenai kontribusi BPI Danantara dalam memenuhi kebutuhan investasi tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi ini salah satu pendorongnya kan investasi. Diperkirakan 2027 keperluan investasi kita hampir 9000 triliun. Pertanyaan saya, di sini BPI Danantara masuk tidak di dalam skema mendorong pertumbuhan ekonomi yang mau mencapai 6% itu? Dimana BPI Danantara dari skema pertumbuhan ekonomi indonesia 2027?” pungkas Dolfie.

Penulis: M Arpas

Editor: Kamsari

BERITA POPULER

To Top