JAKARTA,SUARAINVESTOR.COM.- Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen menjaga kebebasan beragama sekaligus tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk penyalahgunaan agama yang dapat memicu perpecahan di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Marwan usai mengikuti pertemuan antara delegasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dengan Utusan Khusus Kerajaan Belanda untuk Urusan Kebebasan Beragama, Paul Bekkers, di Ruang Diplomasi, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026). Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Ravindra Airlangga sebagai bagian dari penguatan dialog antarparlemen mengenai kebebasan beragama dan toleransi.
Marwan menjelaskan bahwa dialog dengan delegasi Belanda difokuskan pada upaya memperkuat kerja sama kedua negara dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, dan kehidupan beragama yang harmonis.
“Pertemuan ini menjalin kerja sama antarnegara dan memperkuat persaudaraan antarbangsa, khususnya dengan Pemerintah Belanda. Fokus pembahasan kami adalah mengenai perdamaian dan kebebasan beragama,” ujar Politisi Fraksi PKB ini.
Dalam kesempatan tersebut, DPR RI juga menjelaskan berbagai kebijakan Indonesia yang menjamin kebebasan beragama, termasuk melalui undang-undang dan berbagai peraturan yang menjadi landasan perlindungan hak setiap warga negara untuk menjalankan keyakinannya. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menjamin kebebasan beragama sebagaimana diatur dalam konstitusi serta penguatan kerukunan melalui berbagai kebijakan nasional.
Marwan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi pihak-pihak yang memanfaatkan agama untuk membangkitkan sentimen atau memecah belah masyarakat.
“Pemerintah Indonesia tidak bisa menoleransi apabila ada pihak-pihak yang menempatkan agama sebagai alat untuk membangkitkan sentimen. Jangan kemudian sikap tegas pemerintah dianggap tidak demokratis. Ketegasan tersebut justru dilakukan demi kepentingan bersama,” tambahnya.
Ia berharap negara-negara sahabat juga menerapkan prinsip yang sama dalam menjaga kerukunan dan mencegah penyalahgunaan kebebasan beragama yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Lebih lanjut, Marwan menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kepada dunia komitmennya dalam merawat keberagaman, termasuk menjaga situs-situs keagamaan dari berbagai agama maupun kepercayaan lokal.
“Indonesia telah memperlihatkan kepada dunia bahwa kita mampu memelihara situs-situs Hindu, Buddha, maupun situs agama-agama lokal. Selain merawat keberagaman dan kebersamaan, kami juga berharap nilai-nilai tersebut dapat terus dikembangkan di negara-negara lain,” ungkapnya.
Marwan turut mengapresiasi BKSAP DPR RI yang telah memfasilitasi dialog dengan Pemerintah Belanda. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama lanjutan antara kedua negara, khususnya dalam isu kebebasan beragama, toleransi, dan perdamaian.
“Kami berterima kasih kepada pimpinan BKSAP yang telah mempertemukan kami dengan Pemerintah Belanda. Ke depan tentu akan ada tindak lanjut mengenai berbagai hal yang dapat terus kita dialogkan bersama,” pungkasnya.
Penulis: M Arpas
Editor: Budiana








