Nasional

Keluarga Gus Dur Tak Hadiri Tasyakuran Gelar Pahlawan Nasional, F-PKB MPR: Sudah Kirim Undangan

Keluarga Gus Dur Tak Hadiri Tasyakuran Gelar Pahlawan Nasional, F-PKB MPR: Sudah Kirim Undangan
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz/foto: John

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM—Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) menggelar tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan K.H. Muhammad Kholil. Hanya saja acara tersebut hanya dihadiri oleh perwakilan dari keluarga Muhammad Kholil. Sedangkan dari pihak keluarga Gus Dur tidak terlihat hadir dalam acara yang disertai pembacaan doa lintas agama tersebut.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengatakan ketidakhadiran perwakilan keluarga Gus Dur adalah karena ada acara tasyakuran yang sama di Jawa Timur. Gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan kepada Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan bentuk pengakuan negara atas jasa presiden keempat RI itu. Menurutnya, Gus Dur dikenal akan jasa-jasanya di bidang politik, pendidikan islam, kemanusiaan, demokrasi, hingga pluralisme.

Menurut Neng Eem Marhamah, perjuangan PKB agar Gus Dur ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sudah berlangsung sejak lama. F-PKB MPR RI juga telah memperjuangkan Gus Dur sebagai pahlawan sejak berhasil mencabut Tap MPR RI Nomor II/MPR/2001. Bagi PKB, gelar Pahlawan Nasional ini merupakan keputusan yang penting sebagai bentuk rekonsiliasi nasional dan pengakuan atas jasa Gus Dur dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebangsaan. “F-PKB MPR RI sudah sejak lama memperjuangkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional sebab negara ini memang sangat butuh simbol seorang tokoh yang mengamalkan ideologi negara dalam merawat kebhinekaan Indonesia,” katanya.

Selain mengapresiasi penganugerahan pahlawan nasional kepada Gus Dur, F-PKB MPR RI juga menyambut baik keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan serupa kepada K.H. Syaikhona Muhammad Kholil. “Kami sudah kirim juga undangan ke keluarga Gus Dur, namun saat yang bersamaam mereka ada tasyakuran juga di Jawa Timur,” jelas Neng Eem lagi.

Lebih lanjut Neng Eem menyebut K.H. Syaikhona merupakan ulama besar dan guru para pendiri Nahdlatul Ulama. Pemikiran dan perjuangannya dinilai melahirkan generasi ulama dan santri yang berperan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Penulis   :  John Andhi Oktaveri

Editor     :  John Andhi Oktaveri

BERITA POPULER

To Top