Headline

Kasus Impor Bawang Putih, Hafisz Thohir: Bebani APBN, Utang Jadi Menumpuk

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kasus impor bawang putih sebanyak 76.568 ton yang masuk ke Indonesia menjadi sorotan DPR.

Kebijakan impor ini jelas menambah beban penderitaan rakyat, karena pemasukan APBN masih mengandalkan dari sektor pajak. “Semakin membebani APBN artinya porsi hutang akan semakin banyak untuk biayai impor,” kata Wakil ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Achmad Hafisz Tohir dalam siaran persnya, Jakarta, Sabtu, (15/5/2021).

Padahal, kata Mantan Ketua Komisi VI DPR, saat ini pemerintah sedang membutuhkan dana besar untuk pemulihan ekonomi nasional akibat terdampak Covid-19. “Lah kok malah menguras dana APBN,” ujarnya.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (FPAN) ini mempertanyakan urgensi Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan impor bawang putih dalam jumlah yang sangat signifikan.

Tentu saja, Hafisz menilai kebijakan impor bawang putih tersebut menciderai cita-cita bangsa soal kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Sama sekali gak ada konsep ketahanan pangan,” sindir Anggota Komisi XI DPR.

Menjadi ironi, lanjut dia, skema tersebut terus dilakukan ditengah kemajuan teknologi dan tersedianya lahan yang sangat luas di bumi pertiwi ini.

“Masak sudah puluhan tahun merdeka gak bisa nanam sendiri bawang putih,” sindirnya lagi.

Diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat 76.568 ton bawang putih impor telah masuk ke Indonesia. Impor bawang putih ini guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri

“Ini realisasi sampai tanggal 10 Mei 2021,” ujar Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana kepada Republika.co.id, Kamis (13/5/2021). ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top