Nasional

Jusuf Kalla Diminta Turun Gunung Akhiri Polemik Muktamar NU ke 34

Kanan ke kiri, Pengurus PWNU Sulsel KH Amirullah Amri, Mabroer dan Khatib Aam PWNU Sulsel, KH Muhammad Ruslan Memberikan Pernyataan Sikap/foto : Anjasmara

MAKASSAR, SUARAINVESTOR.COM-Kader muda kalangan nahdliyin dan para ulama mendesak empat tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU) untuk turun tangan mengakhiri polemik pelaksanaan Muktamar ke-34 yang makin panas.
Adapun 4 tokoh tersebut, antara lain Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wapres KH Ma’ruf Amin, Budayawan KH Mustofa Bisri dan Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya. “Kita mohom mereka bersama para habaib serta ulama dalam jajaran Mustasyar PBNU untuk segera menggelar forum musyawarah terkait kepastian pelaksanaan Muktamar NU ke 34 agar kondusif bagi semua pihak, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama,” kata juru bicara kader muda NU, Mabroer MS kepada suarainvestor.com melalui pesan WhatApp (WA) di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (3/12/2021).

Dalam pembacaan pernyataan sikap tersebut, Mabroer MS didampingi Khatib Syuriah PWNU Sulawesi Selatan KH Muh Ruslan Wahab dan Pengurus PWNU Sulawesi Selatan, KH Amirullah Amri. “Para tokoh senior NU ini, kita harapkan bermusyawarah untuk mengambil kepastian Muktamar ke-34 dan mengakhiri polemik yang semakin panas,” ujarnya.

KH Amirullah, Mabroer dan KH Muhammad Ruslan Mendorong JK Untuk Turun Mengatasi Muktamar NU

KH Amirullah, Mabroer dan KH Muhammad Ruslan Mendorong JK Untuk Turun Mengatasi Muktamar NU/Foto: Anjasmara

Lebih jauh kata Mabroer yang juga menjabat Ketua Konvensi Capres NU 2024 ini menjelaskan bahwa jajaran Mustasyar PBNU merupakan bagian yang tak terpisahkan dari struktur kepengurusan di Nahdlatul Ulama. “Oleh karena itu sudah sepatutnya jajaran Mustasyar berkenan melibatkan diri secara aktif dalam situasi- situasi tertentu yang memerlukan kehadiran para masyayekh tersebut, antara lain berupa taushiyah maupun taujihat,” terangnya lagi.

Oleh karena itu, kata Mabroer, dalam menyikapi dinamika dan tarik ulur di internal NU terkait jadwal pelaksanaan Muktamar NU ke 34 di Lampung, maka pihaknya mendorong penguatan eksistensi Dewan Mustasyar PBNU periode 2015-2020 yang selama ini lebih banyak pasif dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang cukup terhomat di lingkungan warga Nahdlatul Uama.

Para Kader NU Berupaya Menyejukkan Suasana Menyambut Muktamar NU ke 34

Para Kader NU Berupaya Menyejukkan Suasana Menyambut Muktamar NU ke 34/Foto: Anjasmara

Dikatakan Mabroer, perlu agar jajaran Mustasyar PBNU segera menggelar rapat tertutup untuk menyikapi dinamika dan polarisasi kepengurusan akibat terjadinya tarik ulur jadwal pelaksanaan Muktamar NU ke 34.

Agar polemik jadwal pelaksanaan Muktamar NU bisa diakhiri, maka seyogyanya dalam rapat tertutup tersebut juga mengundang para pihak, khususnya Rais Syuriah, Katib Syuriah dan Ketua Umum, Sekretaris Jendral PBNU untuk mendapatkan informasi yang valid dan berimbang terkait pelaksanaan Muktamar NU ke 34 di Lampung.

Selanjutnya, rekomendasi dari pertemuan jajaran Mustasyar PBNU tersebut bisa dijadikan landasan moral bagi PBNU, khususnya jajaran Syuriah, jajaran Tanfidz PBNU dalam mengambil keputusan lanjutan terkait pelaksanaan Muktamar NU, baik menyangkut jadwal sampai model atau format pelaksanaan hajat akbar tersebut. ***

Penulis : Arpaso
Editor   : Budiono

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top