JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Bank Indonesia (BI) mengungkapkan hasil survei konsumen pada Januari 2022 yang mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi menguat. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)[1] Januari 2022 sebesar 119,6, lebih tinggi dari 118,3 pada Desember 2021. “Kenaikan IKK terpantau pada mayoritas kategori pengeluaran dan kelompok usia responden. Secara spasial, IKK meningkat di sebagian besar kota yang disurvei, tertinggi di Banten, diikuti Pontianak dan Makassar,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/02/2022).
Menurut Erwin, meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari 2022 didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, terutama persepsi terhadap penghasilan saat ini dan pembelian barang tahan lama (durable goods). Sejalan dengan membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi mendatang juga tercatat membaik pada seluruh indeks pembentuknya, tertinggi pada indeks ekspektasi penghasilan.
Sebelumnya pada Desember 2021, indeks keyakinan konsumen (IKK) turun tipis dari 118,5 menjadi 118,3. Hal ini berdasarkan survei konsumen BI yang dilakukan pada bulan lalu.
Meski turun, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat pada Desember 2021. Hasil survei berada pada area optimistis. “Survei konsumen BI mengindikasikan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat pada Desember 2021,” ucap Erwin dalam keterangan resmi, Senin (10/1/2022).
Erwin menjelaskan optimisme konsumen yang tetap kuat ditopang oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi RI yang mulai membaik. Diketahui, ekonomi RI berhasil bangkit dari jurang resesi pada kuartal II 2021. Tercatat, ekonomi RI tumbuh 7,07 persen pada kuartal II 2021. Kemudian, ekonomi tumbuh melambat menjadi 3,51 persen pada kuartal III 2021.
Sementara, Erwin mengatakan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap berada di level optimis, yakni lebih dari 100 pada Desember 2021. Namun, ia mengakui angkanya lebih rendah dari November 2021. ***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Kamsari








