Industri & Perdagangan

Indonesia Basis Produksi Mitsubishi di Dunia

JAKARTA – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pembangunan pabrik baru PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) merupakan salah satu bukti komitmen Mitsubishi Motors Corporation dan mitra usahanya yang telah ada di Indonesia sejak 1970.

“Untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi Mitsubishi di dunia saat ini, dengan produk andalannya Colt yang mencapai dua juta unit,” kata Airlangga Hartarto dalam laporannya pada peresmian pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia di kawasan Greenland International Industrial Center Deltamas, Pasar Ranji Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4/2017).

Peresmian pabrik baru PT.MMKI dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala BKPM Thomas Lembong, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar serta Chairman of Mitsubishi Motors Carlos Ghosn.

Total investasi PT.MMKI sebesar Rp7,5 triliun memiliki kapasitas produksi sebesar 160 ribu unit per tahun. “Dan bisa ditingkatkan hingga 240 ribu unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.000 orang,” kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan Indonesia masih menjadi tujuan investasi di sektor industri otomotif mengingat target produksi nasional pada 2020 sebesar 2,5 juta unit kendaraan.

“Karena di kluster ini ada 3 industri besar, ada Mitsubishi Motors, Suzuki, dan Shanghai Wuling. Hal ini tentunya mengisyaratkan bahwa Indonesia adalah tujuan investasi yang tepat bagi sektor otomotif dan menjadi momentum yang tepat untuk mendorong pengembangan sektor industri otomotif lebih maju lagi,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, pasar produksi otomotif nasional sudah mencapai 1,1 juta dengan jumlah ekspor 200 ribu unit.

Sementara untuk pasar kendaraan roda dua mencapai 6,5 juta unit dengan total ekspor sebanyak 228 ribu unit.

Selain itu, industri otomotif juga menyerap sekitar 3 juta tenaga kerja di Indonesia.

Airlangga menjelaskan industri otomotif menjadi salah satu industri andalan pada kebijakan industri nasional yang juga memberikan nilai besar dalam produk domestik bruto.

Pada 2016, industri otomotif mencatatkan kontribusi subsektor industri alat angkutan terhadap PDB sektor industri non-migas sebesar 10,47%.

Nilai tersebut menjadi yang terbesar ketiga setelah industri makanan dan minuman (32,84%) dan subsektor industri barang logam komputer, elektronik, optik, dan peralatan listrik (10,71%).

“Untuk itulah maka industri otomotif tersebut akan terus didorong sehingga memberikan kontribusi yang semakin besar lagi bagi perekonomian nasional,” jelas Airlangga.

Menurutnya, pertumbuhan perekonomian nasional diatas 5% menjadi keuntungan tersendiri bagi sektor industri otomotif Indonesia ditengah pelambatan ekonomi global.(har/TKP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top