Headline

Harga Tes PCR Indonesia Termurah Dari 3 Negara Asean

Harga Tes PCR Indonesia Termurah Dari 3 Negara Asean
sejumlah karyawan sedang melakukan test PCR/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-BUMN Farmasi, PT Bio Farma diminta terus berinovasi untuk terkait harga jual kit PCR saat ini sebesar Rp 90.000 per tes pada Oktober 2021. Adapun besaran harga kit PCR ini belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN). “Tujuan kami adalah untuk mengurangi impor, sehingga dengan sendirinya akan menurunkan harga dari komponen itu sendiri,” kata Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Lebih jauh Honesti menjelaskan bahwa harga kit PCR Bio Farma tersebut sudah mengalami beberapa kali penurunan dari semula di Agustus 2020 sebesar Rp 325.000 per tes menjadi Rp 250.000 per tes di September 2020. Lalu, turun lagi, menjadi Rp113.636 per. Terakhir akhirnya menjadi sebesar Rp90.000 per tes pada Oktober 2021.

Menurut Honesti, dengan kapasitas produksi yang masih sedikit di sepanjang Agustus 2020-Januari 2021, harga jual kit PCR Bio Farma tersebut sudah mampu mendorong kompetitor menurunkan harga kit PCR yang berkisar Rp 400.000-Rp 800.000 per tes. “Dengan harga tes PCR yang berlaku di Indonesia saat ini menjadi yang termurah dibandingkan negara-negara tetangga, seperti Thailand, Singapura, Malaysia bahkan Uni Emirat Arab,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Honesti, semakin banyak kit PCR yang diproduksi dalam negeri dan perkembangan model bisnis antara pemilik mesin dan pemilik reagen, maka akan mampu menurunkan kembali harga tes PCR hingga ke level tertentu.

Selain itu, adanya intervensi dari pemerintah terkait harga tes PCR juga sangat diperlukan agar semakin terjangkau oleh masyarakat, sehingga harga yang berkembang tidak hanya bergantung pada mekanisme pasar. “Kami mendukung pemerintah untuk penetapan harga PCR dan kami terus dukung agar masyarakat bisa dapat pengetesan yang berkualitas,” imbuhnya.

Diakui Honesti, komponen utama yang memiliki porsi terbesar adalah biaya produksi dan bahan baku. “Ini memang struktur cost terbesar dari komponen reagen utamanya, dari biaya bahan baku dan produksi itu mencapai 55 persen,” tegasnya.

Honesti mengatakan struktur biaya ini bisa berbeda tergantung dari masing-masing laboratorium dan bisnis model yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Pada laboratorium Bio Farma struktur biaya yang membentuk harga kit PCR, terdiri dari biaya produksi dan bahan baku mencapai 55 persen, biaya operasional 16 persen, biaya distribusi 14 persen, royalti 5 persen, dan margin 10 persen. ***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Kamsari

BERITA POPULER

To Top