Market

Hafisz: BLT Tak Mampu Selesaikan Inflasi dan Kemiskinan

Hafisz: BLT Tak Mampu Selesaikan Inflasi dan Kemiskinan
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Achmad Hafisz Tohir/Foto: Anjasmara

BATAM, SUARAINVESTOR.COM-Perang Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung sekitar 200 hari belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Sehingga hal ini berdampak pada semua sektor kehidupan. “Termasuk naiknya Indonesian Crude Price (ICP) dan harga pangan dunia, karena terganggunya pasokan distribusi,” kata Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Achmad Hafisz Tohir kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

Mantan Wakil Ketua Komisi XI DPR ini menjelaskan bahwa memutusnya mata rantai produksi telah menyebabkan berbagai harga komoditas menjadi naik. “Jadi sangat mudah untuk memprediksi inflasi yang akan terus bergerak naik hingga akhir 2022 ini,” ujarnya lagi.

Hafisz menceritakan dalam beberapa rapat terdahulu dengan jajaran Kementerian Keuangan telah disampaikan beberapa hal yang bakal memicu terjadinya inflasi. “Jika subsidi BBM/LPG untuk rakyat dicabut, maka ini akan menjadi pintu masuk utama melonjaknya inflasi, karena harga-harga akan ikut melonjak secara tidak terkendali,” paparnya lagi.

Diakui Mantan Ketua Komisi VI DPR, bahwa memang subsidi BBM untuk rakyat memberatkan APBN. Namun pilihan untuk mencabut subsidi BBM rakyat tersebut juga tidak menyelesaikan masalah. “Bahkan malah sebaliknya semakin membuat kompleks persoalan, dimana harga-harga barang didalam Negeri melonjak,” imbuhnya.

Apalagi, kata Hafisz, prediksi The Fed akan menaikkan suku bunga sudah diketahui bersama sejak akhir tahun 2021. Seperti diketahui, saat ini Inflasi Amerika Serikat memberikan tekanan terhadap Federal Reserve untuk terus melanjutkan laju kenaikan suku bunga acuan untuk meredakannya.

Tekanan ini semakin berat setelah data inflasi Agustus melampaui ekspektasi banyak pihak. Dilansir dari Bloomberg, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/9/2022) Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik 0,1 persen pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom) dan 8,3 persen year-on-year (yoy).

Angka inflasi AS ini melampaui ekspektasi dalam analis dalam survei Bloomberg yang memproyeksikan inflasi AS mencapai 8,1 persen yoy. Meskipun penurunan harga bensin menahan IHK bulanan di 0,1 persen, IHK inti yang tidak termasuk komponen makanan dan energi naik 0,6 persen mom dan 6,3 persen yoy, di atas proyeksi sebesar 6,1 persen. ***

Penulis   :   Iwan Damiri
Editor     :    Eko

BERITA POPULER

To Top