Investasi

Kritik Bappenas, Galih Kartasasmita: RPJMN 2025-2028 Belum Terlihat Mendatangkan Investasi

Kritik Bappenas, Galih Kartasasmita: RPJMN 2025-2028 Belum Terlihat Mendatangkan Investasi
Anggota Komisi XI DPR Galih Kartasasmita/sumber foto: Tribunnews.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi XI DPR Galih Dimuntur Kartasasmita mengaku pesimis dengan langkah-langkah yang dikerjakan oleh Menteri PPN/Bappenas terkait RPJMN 2025-2029. Pasalnya, langkah-langkah itu tidak terlihat mencerminkan bagaimana investasi bisa masuk ke Indonesia kemudian mendongkrak pertumbuhan ekonomi. “Saya kurang melihat proses perjalanannya terutama untuk RPJMN 2025, lalu 2026, lalu 2027 dan 2028. Saya coba breakdown, dari sini saya mau mulai dari ICOR, kita tahu ICOR bukan hanya soal jumlah investasi tapi juga aktifitas yang bisa mendatangkan investasi,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Pasalnya, kata Politisi muda Golkar ini, dalam RPJMN 2025-2028 yang dibuat Menteri PPN/Kepala Bappenas ini belum terlihat bagaimana selama lima tahun soal investasi itu bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. “Nah, ICOR Indonesia saat ini pada 6, ini lebih tinggi dari beberapa negara ASEAN. Karena itu untuk mencapai 4 persen, ini tidak dijelaskan, nah untuk aktivitas investasinya sendiri itu berhubungan dengan kementerian dan lembaga lainnya, misalnya Perizinan. Lalu satu PP untuk izin lainnya, perlu koordinasi,” ujarnya lagi.

Jadi dengan makin baik tingkat koordinasinya, sambung Galih, maka investasi diharapkan makin baik. Tantangan lainnya, adalah masih tingginya tingkat korupsi, sehingga membuat sulit investasi bisa masuk. Artinya investor belum bisa percaya sepenuhnya. “Namun kita apresiasi langkah-langkah pemerintah yang berani melakukan bersih-bersih Jadi kita memberikan energi positif dan news positif ke luar negeri, bahwa kita sedang memperbaiki diri, sehingga kita mudah menggerakkan ICOR,” jelasnya.

Menurut Galih, salah satu jalan terbaik adalah dengan mempercepat kebijakan digitaliasisi, sayangnya di Kementerian PPN/Bappenas, anggaran digitalisasi menjadi salah satu yang terendah dibading dengan yang lain. “Saya bisa memahami, karena ICOR itu berkaitan dengan SDM. Karena memamg kucinya ICOR itu, ada di SDM,” pungkasnya.***

Penulis  : Eko Cahyono
Editor   : Eko Cahyono

BERITA POPULER

To Top