Nasional

Etnis Sunda Disinggung, Najib Tuding Artheria Dahlan Sengaja Bikin Gaduh

Etnis Sunda Disinggung, Najib Tuding Artheria Dahlan Sengaja Bikin Gaduh
Anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN, Ahmad Najib Qodratullah Saat Rapat Kerja Dengan OJK/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pernyataan Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan terkait etnis Sunda dinilai rasis dan menyakiti masyarakat Jawa Barat. Apalagi statemen itu disampaikan saat rapat kerja dengan Jaksa Agung di ruang rapat Komisi III DPR.  Seperti diketahui Artheria meminta Jaksa Agung meminta Jaksa Agung Saniter Burhanuddin memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbahasa Sunda saat rapat. “Ini jelas, ya yang bersangkutan sedang membuat kegaduhan,” kata Politis PAN, Ahmad Najib Qudratullah kepada Suarainvestor.com di Jakarta, Rabu (19/01/2022).

Legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat (Jabar), Ahmad Najib Qudratullah misalnya, menyesalkan sikap dan pernyataan Arteria Dahlan yang dianggapnya sangat melukai perasaan masyarakat Jabar. “Saya rasa yang bersangkutan sudah berlebihan, bukannya berupaya meredakan suasana malah semakin menjadi-jadi,” geramnya.

Najib sapaan akrabnya memandang sama sekali Arteria Dahlan tidak menunjukkan itikad baik pasca pernyataannya memantik reaksi keras masyarakat Jabar. “Narasi yang digunakan menggambarkan tidak ada upaya meredakan suasana kegelisahan masyarakat yang keberatan tentang sikapnya,” paparnya.

Bahkan Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PAN inipun menilai sikap Arteria Dahlan tak mencerminkan sebagai wakil rakyat yang berpegang teguh pada kebhinekaan. “Ini jelas kalau yang bersangkutan sedang membuat kegaduhan,” tegasnya.

Demi harkat dan martabat warga Jabar, Najib pun berencana akan membawa persoalan tersebut secara serius dengan mengacu pada tata tertib maupun undang-undang MD3. “Kita pertimbangkan untuk lapor ke MKD,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam rapat bersama Kejaksaan Agung, Arteria Dahlan yang merupakan Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP meminta Jaksa Agung Saniter Burhanuddin memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbahasa Sunda saat rapat. “Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada Kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu,” katanya. ***

Penulis    :   Iwan Damiri
Editor      :   Kamsari

BERITA POPULER

To Top