Headline

Eksportir Pasok Dolar, BI: Rupiah Mulai Stabil

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Posisi mata uang rupiah terhadap dolar AS mulai begerak stabil, setelah sebelumnya cenderung melemah dalam dua minggu terakhir. Karena itu otoritas moneter akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental dan bekerja sesuai mekanisme pasar. “Perkembangan pada hari ini cukup stabil, kami juga melihat permintaan dan penawaran berjalan baik,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam jumpa pers melalui layanan streaming di Jakarta, Selasa, (24/3/2020).

Lebih jauh Perry menjelaskan salah satu pemicu stabilisasi rupiah pada Selasa, karena adanya eksportir beramai-ramai yang menukarkan dolar AS di pasar valas. “Terima kasih kepada eksportir yang sudah memasok dolar ke pasar valas sehingga hari ini nilai tukar bergerak stabil di pasar valas,” teragnya lagi

Bank Indonesia juga terus meningkatkan intensitas stabilisasi di pasar Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), pasar spot, dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder. “Jumlah cadangan devisa lebih dari cukup untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan OJK,” ujar Alumni FEB UGM.

Selain itu, bank sentral akan terus memantau penanganan COVID-19 di berbagai negara maju maupun berkembang dan dampaknya kepada pergerakan ekonomi global.

Dari catatan yang ada, total aliran modal asing keluar dari Indonesia hingga Maret tahun 2020 mencapai Rp125,2 triliun sebagai imbas menghadapi penyebaran COVID-19. “Itu hampir sebagian besar terjadi pada Maret totalnya Rp104,7 triliun dari Rp125,3 triliun,” ucapnya lagi.

Total aliran modal asing yang keluar itu terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Negara (SBN) obligasi korporasi dan saham.

Ia merinci instrumen yang paling besar keluar dari Indonesia selama periode akhir tahun 2019 hingga Maret 2020 (year to date) adalah SBN mencapai Rp112 triliun dan saham sebesar Rp9,2 triliun.

Sementara itu, terkait kondisi likuiditas di pasar keuangan, Perry menyebut sudah lebih dari cukup karena BI sudah menginjeksi likuiditas di pasar uang dan perbankan hampir Rp300 triliun.

Total injeksi likuiditas rupiah itu, kata dia, melalui pembelian SBN dari pasar sekunder sebesar Rp168 triliun, kemudian dari repo yang dilakukan perbankan lebih dari Rp55 triliun dan penurunan giro wajib minimum (GWM) awal tahun dan yang akan berlaku pada April 2020 mencapai Rp75 triliun.

Perry menambahkan pembelian SBN yang dilepas investor asing dari pasar sekunder itu merupakan salah satu langkah bank sentral dalam upaya menstabilkan nilai tukar rupiah. “Itu langkah yang kami lakukan, tentu saja langkah ini akan terus kami lakukan berkoordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top