Investasi

Ekonom Apresiasi Erick Thohir Genjot Laba BUMN Meroket 838,2 Persen

Ekonom Apresiasi Erick Thohir Genjot Laba BUMN Meroket 838,2 Persen
Ekonom Apresiasi Erick Thohir Genjot Laba BUMN Meroket 838,2 Persen/foto erick thohir

JAKARTA,SUARAINVESTOR.COM – Pendapatan perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalami peningkatan yang signifikan di tahun 2021 usai dihantam pandemi COVID-19. Tercatat laba bersih total seluruh perusahaan BUMN tahun 2021 meningkat menjadi Rp 124,7 triliun atau naik 838,2% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 13,3 triliun.

Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengapresiasi capaian laba BUMN yang tumbuh pesat.

Menurutnya, data yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir terkait keuntungan perusahan BUMN adalah satu kenyataan, bahwa perusahan di bawah BUMN sedang untung, setelah mengalami kerugian besar akibat dihantam pandemi Cocid-19.

“Ya pasti seperti itulah, nggak mungkin nggak nyata itu, kan itu bukan data bohongan, itu data penerangan. Untuk tahun 2020 kan memang keuntungan BUMN turun drastis karena pandemi, sekarang ini kondisi perekonomian sudah mulai pulih bahkan beberapa BUMN besar untung besar,” kata Pieter, Minggu (2/10/2022).

Menurut Dosen Perbanas Institute ini, empat bank BUMN mengalami keuntungan yang cukup besar dan ditambah keuntungan dari Telkom. Untuk itu, kata Pieter BUMN-BUMN yang selama ini terdampak oleh pandemi mengalami kerugian sudah mulai puluh dan mulai untung kembali.

“Ya memang wajar kalau seandainya di tengah proses pemulihan ekonomi yang sekarang ini terjadi, BUMN juga mengalami kenaikan keuntungan terutama dari sektor perbankan,” ujarnya.

Dijelaskan Pieter, pemulihan ekonomi hingga menuai keuntungan ini tak lepas dari peran Menteri BUMN Erick Thohir dan para timnya, yakni para direktur utama (Dirut) para perusahan BUMN. Oleh sebab itu, keuntungan ini akan menambah semangat kerja pegawai BUMN dari karyawan hingga menteri sendiri.

“Tapi tidak lepas juga peran dari Erick Thohir yang saya kira dengan kepemimpinannya bisa menjaga BUMN bisa bertahan selama pandemi itu,” tambahnya.

Pieter mengatakan, Perbankan menjadi salah satu penyumbang keuntungan terbesar di BUMN, meski ada perusahan lainnya yang juga untung di tahun 2021.

“Bank itu cukup membantu secara signifikan kenaikan laba BUMN, BUMN tambang kan juga pasti akan meningkat keuntungannya karena di tengah kenaikan harga komoditas,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan laba bersih total seluruh perusahaan BUMN tahun 2021 meningkat signifikan menjadi Rp 124,7 triliun atau naik 838,2% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 13,3 triliun.

Melonjaknya laba bersih didukung oleh pertumbuhan penjualan, perbaikan margin operasi, penurunan beban bunga akibat restrukturisasi dan penurunan kerugian kurs, yang pada akhirnya memberikan kontribusi positif pada laba.

Sementara itu, pendapatan konsolidasi tahun 2021 meningkat menjadi Rp 2.292,5 triliun, atau tumbuh 18,8% dibandingkan tahun 2020.

“Artinya angka ini sangat signifikan kalau dibandingkan dengan APBN negara yang sebesar Rp 2.500 triliun,” kata Erick.

Penulis: M Arpas

Editor: Kamsari

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top