Perbankan

Dorong Transparansi, OJK Perkuat Pengawasan Penggunaan Dana IPO

Dorong Transparansi, OJK Perkuat Pengawasan Penggunaan Dana IPO
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Inarno Djajadi/Sumber Foto: Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa keterbukaan informasi yang baik dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Public Expose Live 2024 bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat pasar modal Indonesia. “OJK akan terus memperkuat pengawasan terhadap penggunaan dana hasil penawaran umum dan mendorong emiten untuk melaporkan secara transparan kepada publik,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Inarno Djajadi di Jakarta, Senin (26/8/2024).

Public Expose Live adalah salah satu bentuk nyata dari kewajiban perusahaan tercatat untuk menyampaikan informasi terkini mengenai kinerja dan prospek bisnis mereka kepada publik. “Dengan adanya keterbukaan informasi yang baik, kami yakin dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan pasar modal itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi perusahaan tercatat untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik. Bahwa prospek kinerja pasar modal Indonesia di tahun 2024 cukup menggembirakan. Pada 21 Agustus 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level tertinggi sepanjang masa di posisi 7.544,59, tumbuh 3,73 persen secara year to date (ytd) atau sejak awal tahun.

Kapitalisasi pasar juga mencatatkan all-time high di angka Rp 12.782 triliun, tumbuh 9,47 persen (ytd). Hingga 23 Agustus 2024, OJK telah memberikan pernyataan efektif untuk 134 penawaran umum dengan nilai total Rp 133,12 triliun, termasuk 28 emiten baru. Jumlah investor pasar modal Indonesia juga terus meningkat, mencapai 13,56 juta investor per 22 Agustus 2024, atau naik 11,49 persen (ytd). “Ini menandakan minat yang kuat dari para investor untuk terus mendukung pertumbuhan perusahaan-perusahaan tercatat di Indonesia,” jelas Inarno.

Inarno juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas tata kelola dan transparansi perusahaan. OJK menghimbau seluruh emiten untuk selalu menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kesetaraan. Khususnya, transparansi dalam penggunaan dana hasil penawaran umum menjadi isu yang sangat relevan.

Selain itu, manajemen perusahaan juga diingatkan untuk bertindak dengan tanggung jawab penuh dalam mengelola dana publik dan menjaga kepercayaan yang diberikan oleh investor. Dengan adanya Public Expose Live 2024, diharapkan para investor dapat memperoleh informasi yang lengkap dan akurat, sehingga mampu membuat keputusan investasi yang bijak. “Kami juga berharap acara ini menjadi momentum bagi perusahaan tercatat untuk terus meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan, sehingga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia semakin meningkat,” pungkas Inarno.***

Penulis   : Budiana
Editor     : Budiana

BERITA POPULER

To Top