JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian mendesak Dirut Jasa Marga, Subakti Syukur untuk memeriksa dugaan penyalahgunaan dana infak Masjid yang dikelola oknum perusahaan anak PT Jasa Marga. Adapun dugaan penyalahgunaan dana itu terjadi pada rest area Tol KM 88 Purbalenyi. “Dugaan penyelewengan uang Infak Masjid itu sekitar Rp1 miliar. Kalau ada kejadian-kejadian seperti ini pada anak perusahaan, sebaiknya langsung menggandeng aparat penegak hukum,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama PT Jasa Marga, Tbk Subakti Syukur dan Direktur Utama PT Hutama Karya, Budi Harto terkait: Kesiapan dukungan terhadap arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri Tahun 2025 di Tol Trans-Jawa dan Tol Trans-Sumatera di Jakarta, Senin (17/3/2025).
Lebih jauh Kawendra menjelaskan bahwa pada era Presiden Prabowo Subianto tidak bisa main-main lagi terhadap masalah korupsi. Karena itu presiden sangat serius membasmi perilaku korupsi. “Jadi era saat ini, perlu dibenahi semua anak-anak perusahaan Jasa Marga yang bermasalah. Kalau kejadian itu terbukti benar, maka sebaiknya oknum itu dipenjarakan saja dan pecat sekalian,” tegasnya.
Disisi lain, Politisi muda Partai Gerindra ini mengapresiasi terkait pesiapan dan layanan PTJasa Marga dan PT Hutama Karya yang siap melayani masayrakat akan berlebaran di kampung halaman. “Ya, mudah-mudahan semakin baik kualitas pelayanannya dan masyarakat menjadi puas, apalagi ada penurunan tarif selama lebaran, sehingga alur lalulintasnya bisa lebih terjaga,” terangnya lagi.
Namun Kawendra mengingatkan Jasa Marga agar tetap mengantisipasi berbagai kejadian. Artinya, jangan sampai terjadi peristiwa kemacetan Brexit pada 2016 itu terulang kembali. “Dimana kejadian itu sampai menimbulkan korban jiwa, kendaraan banyak yang kehabisan bensin, kekurangan air dan lain-lainnya. Jadi Jasa Marga harus siap dibutuhkan saat diperlukan masyarakat,” imbuhnya.
Lebin lanjut Kawendra meminta adanya tambahan Tim Siaga dari Jasa Marga dan Hutama Karya mengingat menjelang Idul Fitri 2025, kepadatan lalulintas akan semakin tinggi, maka pelayanan juga harus prima.***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Kamsari








