Pertanian

Desember 2022, Ekonom Prediksi Inflasi Capai 0,55%

Desember 2022, Ekonom Prediksi Inflasi Capai 0,55%
Telur, salah satu komoditas pangan/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pengendalian harga pangan melalui ketersediaan pasokan pangan di dalam negeri mampu meredam tingkat inflasi pada akhir 2022. Bahkan diperkirakan inflasi inti berada di angka 3,39 persen yoy pada akhir 2022. Hal ini seiring dengan membaiknya mobilitas masyarakat di tengah pelonggaran PPKM. “Keberhasilan pengendalian harga pangan melalui kecukupan pasokan pangan terbukti mampu meredam dampak inflasi dari dampak putaran kedua penyesuaian harga BBM terhadap barang dan jasa lainnya,” kata Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman di Jakarta, Kamis, (29/12/2022).

Lebih lanjut Faisal memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di angka 0,55 persen month-to-month (mom) pada Desember 2022, didorong oleh momentum liburan Natal dan Tahun Baru, yang meningkatkan permintaan untuk liburan, rekreasi, dan perjalanan.

Menurut Faisal, meski naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,09 persen mtm, namun, kenaikan cenderung lebih terjaga berkat keberhasilan dalam pengendalian pasokan pangan di dalam negeri. “Kenaikan juga disumbangkan oleh kenaikan harga pangan yang dikelola pada tingkat sedang, berkat keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan pasokan pangan,” terangnya.

Dikatakan Faisal, penyumbang inflasi lainnya adalah harga emas di tengah risiko perlambatan ekonomi global pada 2023. Karena itu, diperkirakan inflasi tahunan di angka 5,40 persen year on year (yoy) pada akhir tahun 2022, atau turun dibandingkan sebesar 5,42 persen yoy pada November 2022. Kemudian, inflasi inti diperkirakan berada di angka 3,39 persen yoy pada akhir tahun 2022, seiring dengan membaiknya mobilitas masyarakat di tengah pelonggaran PPKM.

Sementara itu, pada 2023, dia memperkirakan inflasi akan kembali ke kisaran target 2-4 persen yoy pada semester II-2023 dan  inflasi akan di kisaran 4-6 persen yoy pada semester I-2023, sebelum melemah menuju kisaran target pada semester II-2023. “Karena inflasi 2022 diperkirakan akan lebih rendah dari perkiraan awal kami, kami merevisi turun perkiraan inflasi 2023 kami dari 4,02 persen menjadi sekitar 3,60 persen,” pungkasnya. ***

Penulis  : Budiana
Editor    : Budiana

BERITA POPULER

To Top