Industri & Perdagangan

Darmadi: Jargon Akhlak Kemeneg BUMN Jangan Cuma Slogan 

Darmadi: Jargon Akhlak Kemeneg BUMN Jangan Cuma Slogan 
Darmadi Durianto, Anggota Komisi VI DPR F-PDIP/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR mengkritik slogan Kementerian BUMN, yang berbunyi  AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang menjadi tagline Kementerian BUMN dibawah kepemimpinan Erick Thohir.

“Dari sisi konsep atau di atas kertas tagline Akhlak sangat bagus. Dan cukup relevan,” kata Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto kepada suarainvestor.com, Sabtu (06/11/2021).

Hanya saja, kata Legislator dari dapil DKI Jakarta III ini bahwa tagline tersebut dalam implementasinya jauh dari kenyataan atau hanya sebatas slogan belaka.

Pasalnya, Darmadi menambahkan, tagline tersebut bertolakbelakang dengan kondisi beberapa BUMN yang terbelit sejumlah persoalan termasuk persoalan pucuk pimpinannya yang diduga ikut terlibat bisnis PCR.

“Kenyataannya tagline itu seperti slogan kosong saja. Faktanya banyak BUMN collapse. Kondisi itu terjadi tentu saja karena budaya korupsinya masih cukup kental,” tandas Politikus PDIP ini.

Darmadi juga berpandangan, sepanjang kepemimpinan di BUMN tidak menunjukan komitmen yang kuat terhadap perbaikan sistem, maka sepanjang itu pula BUMN dengan slogan apapun akan tetap terjebak dalam budaya korupsi.

“Pemimpinnya saja kini diduga ikut bisnis alkes. Inikan istilahnya seperti menepuk air dalam dulang memercik ke muka sendiri. Bagaimana mau menerapkan konsep akhlak kalau pucuk pimpinannya saja tak transparan,” sindir Bendahara Megawati Institute ini.

Darmadi mengingatkan, slogan akhlak mestinya jadi pedoman jajaran BUMN dalam melaksanakan tugasnya.

“Akhlak itu nilai-nilai yang dianut. Nilai Yang dianut (Shared Value) itu
masuk dalam salah satu dari Mc Kinsey 7S Framork,keberhasilan BUMN mutlak juga harus diikuti 6S lainnya” jelasnya.

Sekali lagi, Darmadi menegaskan, Kementerian BUMN harus membumikan nilai-nilai ini ke semua BUMN.

“Jangan sampai tagline akhlak jadi slogan saja tanpa implementasi yang konkret dan terukur,” pungkasnya. ***

Penulis    :  Iwan Damiri

Editor      :  Kamsari

BERITA POPULER

To Top