JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pemanfaatan teknologi digital dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi domestik maupun regional pasca-pandemi Covid-19 menjadi perhatian besar Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI. Apalagi Kawasan ASEAN maupun Indonesia diprediksi memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar. “Hal ini juga sejalan dengan ratifikasi ASEAN Agreement On Electronic Commerce atau Persetujuan ASEAN tentang Perdagangan Elektronik yang sedang dibahas Komisi VI DPR RI dan akan segera disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI,” kata Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana di sela-sela Sidang Umum ke-42 forum Parlemen ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) yang diselenggarakan secara virtual dari Brunei Darussalam, Selasa (24/8/2021).
“Digitalisasi di kawasan ASEAN menjadi penting dalam pemulihan ekonomi pasca-pandemi,” ujar Legilator dari Pulau Dewata. Politisi Partai Demokrat ini menilai ASEAN berpotensi menjadi pemain besar dalam ekonomi berbasis digital sekaligus menjadikan ekonomi digital sebagai kekuatan utama ASEAN.
Politisi dari Fraksi Partai Demokrat tersebut menyakini, kerja sama ini mampu meningkatkan nilai perdagangan barang dan jasa serta akses terhadap produk dalam negeri, mengembangkan iklim usaha yang kondusif, dan sekaligus memperluas pasar bagai UMKM dalam negeri untuk dapat bersaing di ASEAN.
Selain itu, lanjutnya, dibutuhkan kerja sama antarnegara ASEAN dalam membantu pemulihan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor ekonomi yang paling terpukul dalam pandemi. Kerja sama tersebut mencakup penerapan dan langkah-langkah kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan antara pengunjung domestik dan internasional ke Asia Tenggara. “Saya ingin menekankan satu hal bahwa isu recovery tourism menjadi poin penting dalam bagaimana ASEAN ke depan dapat kembali memulihkan ekonominya,” katanya.
Sementara itu, dalam Sidang Komisi Sosial, delegasi Indonesia mempromosikan tiga draf resolusi, masing-masing tentang digitalisasi dalam penanganan dampak perubahan iklim, lokalisasi Sustainable Development Goals (SDGs), dan penerapan teknologi dalam pemilu melalui penerapan sistem e-voting. Delegasi Indonesia mendukung sepenuhnya penggunaan teknologi termasuk dalam penanganan dampak perubahan iklim.
Selain itu, Putu Supadma juga menekankan pentingnya lokalisasi SDGs yang dapat berdampak positif bagi percepatan pencapaian target pembangunan di daerah.
Lokalisasi ini juga perlu dikaitkan dengan kearifan lokal sehingga SDGS dapat membumi, terutama di Indonesia yang kaya dengan kearifan lokal. “Kita tidak mau SDGs hanya sebagai wacana, tetapi dibumikan atau localising istilahnya. Konsep kearifan lokal menjadi poin penting yang harus dilihat,” pungkasnya.








