Industri & Perdagangan

Dampak Fasilitas HACCP, Sebanyak 60 Ton Tepung Porang Diekspor Ke China

Budidaya Tanaman Porang/Foto: pertanian.go.id

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Komoditas umbi porang menjadi andalan ekspor yang sangat potensial dikembangkan. Karena umbi-umbian ini mengandung glukomanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berfungsi sebagai bahan baku berbagai macam industri. “Harga komoditas ekspor porang biasa sekitar Rp5 ribu per kilogram, sedangkan berupa chip atau potongan porang Rp40 ribu sampai Rp50 ribu, dan dalam bentuk tepung porang harganya bisa mencapai Rp200 ribu,” kata Plt. Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita di Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Ekspor produk olahan porang yang dilakukan PT. Hayumi Agro Indonesia (HAI) sebagai hasil program implementasi sistem keamanan pangan ke China. “Ekspor olahan porang ini dapat menjadi inspirasi bagi IKM lainnya untuk dapat melakukan penetrasi pasar, baik domestik maupun ekspor,” ujarnya.

Reni menegaskan pemerintah mendukung penuh IKM yang berkomitmen tinggi untuk terus maju dan berkembang serta siap bersaing di pasar global. “Kita terus mendorong agar pelaku IKM olahan porang melakukan ekspor dalam bentuk produk turunan karena nilai tambah ekonominya cukup tinggi.”

PT. Hayumi Agro Indonesia yang berdiri 2018 merupakan IKM yang mengolah umbi porang menjadi tepung porang dan chip porang. Bahan baku porang tersebut diperoleh dengan melakukan budidaya porang di Desa Klangon, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Reni menambahkan, pada 2021 ini Ditjen IKMA akan menjalankan program pembinaan, pendampingan dan fasilitasi sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP). HACCP, serta fasilitasi restrukturisasi mesin dan/atau peralatan. Proses pendampingan HACCP tersebut berlangsung selama enam bulan dimulai pada Oktober 2020 dan diharapkan sertifikat HACCP dapat terbit bulan November 2021.

“Dengan memiliki sertifikat HACCP, IKM pangan dapat memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produksi pangan aman di sepanjang rantai produksinya. Sehingga pada akhirnya menghasilkan produk berkualitas baik, dan hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri para pelaku IKM pangan dalam pengembangan akses pasar, terutama menembus pasar global,” ungkap Reni.

Implementasi HACCP pada PT. Hayumi Agro Indonesia telah membawa IKM ini melaju menembus pasar global. Saat ini dengan kapasitas produksi sebesar 60 ton tepung porang per bulan, PT. Hayumi Agro Indonesia mampu mengekspor rata-rata 50 ton per bulan. “Tentunya diharapkan jumlah ini akan terus naik dengan telah terpenuhinya standar keamanan pangan yang dimiliki,” terangnya.

Pada 2022, akan dilakukan pengembangan sentra industri porang melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang sentra IKM di Kab. Pandeglang, Tabanan, dan Lombok Timur.
Pengembangan sentra tersebut diharapkan dapat membantu sustainability ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan porang yang sudah ada seperti PT. Hayumi Agro Indonesia. ***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Chandra

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top