Market

Daftar Negara Eropa Borong Batu Bara Indonesia Imbas Krisis Energi

Daftar Negara Eropa Borong Batu Bara Indonesia Imbas Krisis Energi
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/5/2022)//Sumber Foto: Katadata.co.id/AntaraFoto

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Polandia mengimpor batu bara dari Indonesia di saat warganya mengantre berhari-hari untuk mendapatkan komoditas ini. Ada beberapa negara lain di Eropa yang membeli dari Tanah Air. Kurangnya pasokan terjadi Uni Eropa mengembargo impor dari Rusia pada Februari. Ini sebagai sanksi karena invasi Moskow ke Ukraina. Imbas kebijakan itu, lusinan mobil dan truk berbaris di tambang batu bara Lubelski Wegiel Bogdanka. Mereka mengantre untuk mendapatkan batu bara guna persiapan menghadapi musim dingin.

Petani Piotr Maciejewski (61 tahun) mengantre selama Selasa (23/8) hingga Jumat (26/8). “Traktor saya tetap dalam antrean, saya akan pulang untuk tidur,” katanya dikutip dari VOA, Minggu (28/8/2022).

Seorang pensiunan Artur (57 tahun) berkendara dari Swidnik sekitar 30 kilometer dari tambang di Polandia timur pada Selasa (23/8), berharap dapat membeli beberapa ton batu bara untuk dirinya dan keluarga. “Toilet dipasang hari ini, tetapi tidak ada air yang mengalir,” kata Artur setelah tiga malam tidur di mobil hatchback merahnya yang kecil.”Ini di luar imajinasi. Orang-orang tidur di mobil mereka. Saya ingat masa komunis, tetapi tidak terlintas dalam pikiran saya bahwa kami bisa kembali ke sesuatu yang lebih buruk,” tambah dia.

Ia hanya satu dari 3,8 juta keluarga di Polandia yang bergantung pada batu bara untuk pemanas. Mereka menghadapi kekurangan pasokan dan kenaikan harga baru bara, setelah kebijakan embargo ke Rusia. Selain Polandia, sejumlah negara di Eropa mengincar batu bara dari Indonesia imbas krisis energi.

Mereka di antaranya:

1.Polandia
Polandia melarang pembelian batu bara dari Rusia pada April. Sedangkan negara di Eropa ini biasanya mengimpor sebagian besar batu bara dari Rusia.

Negara itu hanya memproduksi lebih dari 50 juta ton dari tambang sendiri setiap tahun. Melonjaknya permintaan memaksa Bogdanka dan tambang lain milik negara untuk menbatasi penjualan. Perusahaan tambang milik negara juga menawarkan bahan bakar kepada pembeli individu melalui platform online, dalam jumlah terbatas. Perwakilan tambang Bogdanka Dorota Choma menyampaikan, perusahaan berencana menjual bahan bakar untuk sekitar 250 rumah tangga pada Jumat (26/8/2022). Kebijakan ini diterapkan selama akhir pekan untuk memangkas waktu tunggu. “Batasan tersebut diberlakukan untuk mencegah penimbunan dan pencatutan, atau bahkan menjual tempat dalam antrian,” kata Choma dikutip dari Reuters.

Kepala Kamar Dagang Batu bara Polandia Lukasz Horbacz mengatakan, penurunan impor dari Rusia dimulai pada Januari ketika Moskow mulai mengirim tentara ke Ukraina. “Tetapi alasan utama dari kelangkaan ini adalah embargo yang langsung berlaku. Itu membuat pasar terbalik,” ujarnya
kepada Reuters.

Dalam beberapa tahun terakhir, Polandia menjadi kritikus paling vokal terhadap kebijakan iklim Uni Eropa. Mereka terus mendorong penggunaan batu bara yang menghasilkan 80% dari listrik di negara itu. Tetapi produksi batu bara terus menurun seiring dengan meningkatnya biaya penambangan di tingkat yang lebih dalam. Sedangkan konsumsinya tetap stabil.

Kondisi itu mendorong kenaikan impor secara bertahap. Tahun lalu, Polandia mengimpor 12 juta ton batu bara, delapan juta ton di antaranya berasal dari Rusia dan digunakan oleh rumah tangga dan pabrik pemanas kecil. Pada Juli, Polandia memerintahkan dua perusahaan milik negara untuk mengimpor beberapa juta ton bahan bakar dari sumber lain termasuk Indonesia, Kolombia dan Afrika.

Namun Direktur Utama Bukit Asam Arsal Ismail mengungkapkan bahwa perusahaan dalam proses penjajakan kontrak ekspor batu bara dengan Polandia. “Terutama masalah harga, ukuran dan kuantitasnya,” ujar dia kepada wartawan usai paparan kinerja semester I di Jakarta, Jumat (26/8/2002).

2.Italia
Arsal menyampaikan, Bukit Asam telah menandatangani kontrak ekspor batu bara ke Italia sebanyak 140.000 metrik ton (MT) pada semester I. Komoditas ini dijual ketika harga batu bara acuan (HBA) Agustus naik US$ 2,59 per ton dibandingkan bulan sebelumnya menjadi US$ 321,59 per.

Kenaikan harga itu dipicu oleh krisis gas di Eropa yang meningkatkan permintaan batu bara. “Harga gas alam cair di Eropa terus merangkak naik menyusul ketidakpastian pasokan gas. Bahkan beberapa negara Eropa mengaktifkan kembali pembangkit listrik batu bara guna antisipasi adanya krisis listrik,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (2/8/2022).

3.Jerman
Jerman juga tengah menjajaki pembelian batu bara dari Indonesia. Sama seperti Polandia, negara di Eropa ini masih mengkaji dari sisi harga, ukuran, dan kuantitas.

Namun pada Juni, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, sudah ada pengapalan batu bara ke Jerman dan Polandia. “Ke Jerman mungkin sudah ada perkapalan ke sana baru-baru ini. Kargo ke Polandia sudah ada memang, ekspor ke sana sudah jalan,” kata Hendra kepada wartawan, pada Juni (17/6/2022).

4.Spanyol
Hendra mengatakan, Spanyol juga berencana membeli batu bara dari Nusantara. Ia menyampaikan, sejumlah negara Eropa berani menawar komoditas ini dengan harga yang lebih tinggi. Padahal kualitas batu bara di Indonesia di bawah kualitas yang dibutuhkan oleh negara barat. “Ini menjelang musim dingin, mereka harus segera mencari batu bara. Kualitas kadang bisa juga dicampur,” ujar Hendra.

5.Belanda
Berdasarkan laman SXCoal, ekspor batu bara dari Insonesia ke Italia US$ 111,7 juta pada Kuartal II. Lalu ke Belanda US$ 79,2 juta, Polandia US$ 43,2 juta, dan Swiss US$ 15,5 juta. Selain Eropa, sejumlah negara di Asia seperti India dan Pakistan berupaya mendapatkan batu bara dari Indonesia. Hendra mengatakan pada Juni, Kementerian Pertambangan dan Batu Bara India berencana datang ke Tanah Air. “Kami mendapat surat akan ada kunjungan antar-pemerintah India dan Indonesia dan mau bertemu dengan kami juga. Kalau soal isu, India kan lagi krisis listrik ya,” ujar Hendra.***

Penulis    :   Katadata.co.id
Editor     :    Eko

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top