Market

Melantai di Bursa, CBRE Bidik Dana Rp81 Miliar

Melantai di Bursa, CBRE Bidik Dana Rp81 Miliar
Ilustrasi perdagangan bursa/Foto: Endang (Kontributor)

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMPerusahaan  angkutan laut domestik untuk barang umum, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak-banyaknya 738 juta saham, dengan harga penawaran awal sekitar Rp100-Rp110 per saham. Berdasarkan Prospektus Ringkas perusahaan dengan kode saham CBRE ini, saham sebanyak 738 juta lembar tersebut bernilai nominal Rp25 per saham atau setara dengan 16,26 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Melantai di Bursa, CBRE Bidik Dana Rp81 Miliar

sumber foto: www.cbre.co.id

Dengan penetapan harga book building di kisaran Rp100 sampai Rp110 per saham, maka melalui aksi korporasi ini CBRE berharap bisa meraup dana masyarakat sekitar Rp73,8 miliar hingga Rp81,18 miliar. Manajemen CBRE menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.

Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, CBRE juga berencana menerbitkan 1,33 miliar Waran Seri I yang menyertai saham baru atau setara dengan 34,96 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pernyataan pendaftaran IPO.

Waran Seri I akan diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham baru yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) pada Tanggal Penjatahan. Setiap pemegang lima saham baru berhak memperoleh sembilan Waran Seri I, dengan harga pelaksanaan sekitar Rp250-Rp400 per lembar.

Perlu diketahui, pelaksanaan penawaran awal (book building) berlangsung mulai hari ini hingga 16 Desember 2022. Manajemen CBRE berharap rencana IPO ini bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 Desember 2022.

Sehingga, pelaksanaan penawaran umum diharapkan bisa terlaksana pada 28 Desember 2022 sampai 3 Januari 2023, penjatahan pada 3 Januari 2023, pendistribusian saham dan waran secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 4 Januari 2022 dan pencatatan di BEI pada 5 Januari 2022. Rencananya, dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk belanja modal (capex) sebesar 40 persen, sedangkan sebesar 60 persen untuk modal kerja. ***

Penulis     :    Eko

Editor      :     Eko

BERITA POPULER

To Top