Perbankan

BRI Jual Obligasi Lingkungan Rp5 Triliun

BRI Jual Obligasi Lingkungan Rp5 Triliun
Pembangunan Jalan Tol berwawasan lingkungan/Foto: Humas PUPR

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjual obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I Bank BRI. Adapun targetkan penghimpunan dana sekitar Rp15 triliun, dengan jumlah emisi tahap I di tahun 2022 sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. “Jaminan dari obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 tersebut adalah Clean Basis dan memiliki tenor 370 hari, 3 tahun dan 5 tahun, dengan tingkat sukubunga yang belum ditentukan namun akan dibayarkan secara triwulanan dengan perhitungan 30/360,” kata Direktur Utama BRI Sunarso di Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Menurut Sunarso, hasil penghimpunan dana tersebut akan dialokasikan paling sedikit 70 persen untuk kegiatan usaha atau kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) yang baru, sedang berjalan, atau telah selesai sesuai dengan kerangka kerja obligasi.

Lebih lanjut Sunarso mengungkapkan, KUBL yang akan menjadi sasaran green bond BRI meliputi energi terbarukan, efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, pengelolaan SDA dan penggunaan lahan yang berkelanjutan.

Selain itu, green bond juga akan menyasar kegiatan konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan limbah berkelanjutan, adaptasi perubahan iklim, serta kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan lingkungan lainnya.

Menurut Sunarso, isu perubahan iklim saat ini masih menjadi perbincangan di berbagai negara dan banyak menyita perhatian berbagai perusahaan.

Salah satunya adalah industri perbankan yang kini disebut tidak hanya memperhatikan faktor profitabilitas, namun juga faktor ekonomi, lingkungan, sosial dan tata kelola untuk mencapai keuangan berkelanjutan. “Karena sektor jasa keuangan, khususnya perbankan dan utamanya BRI, memiliki peran penting dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi melalui perubahan pola bisnis konvensional menjadi berkelanjutan,” ucap Sunarso. ***

Penulis  : Iwan Damiri
Editor    : Kamsari

BERITA POPULER

To Top