Investasi

Bank Tanah Harus Dukung Iklim Investasi

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Wakil Ketua Komisi II DPR Syamsurizal menegaskan pembentukan Bank Tanah yang diamanatkan dalam Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) harus mampu memberikan iklim yang kondusif untuk bisnis dan investasi. Karena itu Pemerintah Daerah (Pemda) harus bersinergi untuk menyambut kedatangan investor. “Ya mau tak mau, Pemda harus siap agar lapangan kerja di daerah juga terbuka,” katanya kepada suarainvestor.com usai Raker dengan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil di Komisi II DPR, Jakarta, Selasa (7/12/2020).

Lebih jauh Politisi PPP ini menjelaskan untuk menarik lebih banyak investor yang datang ke daerah, maka hak kepemilikan tanah perlu diperpanjang hingga 80 tahun atau 90 tahun. Karena kalau hanya 20 tahun sampai 30 tahun, rentang waktu tersebut dinilai cukup singkat. “Kalau di luar negeri itu, sebut saja Korea, investor diberikan hak sampai 90 tahun. Jadi mereka merasa tenang bisa membangun pabrik,” tambahnya.

Mantan Bupati Bengkalis ini membeberkan sejumlah investor kakap yang hengkang dari China beberapa waktu akibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS), namun tak satupun yang ditarik Indonesia. “Ya ini karena investor asing menganggap masalah aturan pertanahan masih tumpang tindih, jadi wajar mereka pilih Vietnam dan Thailand,” ujarnya lagi.

Oleh sebab itu, kata Syamsurizal, untuk mendukung kelancaran pembentukan Bank Tanah, maka Komisi II DPR mendorong inventarisasi tanah-tanah negara yang terlantar dan tidak terurus. Dengan cara ini, maka bisa meminimalisir perilaku para mafia tanah. “Jadi ketersediaan tanah untuk investasi dipastikan ada. Baik untuk pabrik maupun untuk perumahan rakyat dan lainnya,” imbuhnya.***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top