Infrastruktur

Antisipasi Krisis Listrik, Pemerintah Jamin Kebutuhan Batubara Dalam Negeri

Antisipasi Krisis Listrik, Pemerintah Jamin Kebutuhan Batubara Dalam Negeri
Ilustrasi Jaringan Listrik/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan menjamin supply chain energi terutama batubara. Hal ini terkait dengan komoditas batubara dan Liquid Natural Gas (LNG) yang sedang melonjak di beberapa negara. “Kita bersyukur punya batu bara, gas, dan lebih dari itu, dibanding negara lain kita malah sudah mengatur untuk lebih menjamin pasokan,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana

Seperti diketahui beberapa negara mulai mengalami krisis energi, termasuk krisis listrik dan banyak negara membakar batu bara lebih banyak lagi untuk menjaga ketahanan energinya. “Pemerintah sudah mengatur DMO (Domestic Market Obligation) batubara dan DMO gas. Jadi tidak boleh seluruhnya untuk diekspor meskipun harga lebih bagus.”

Dikatakan Rida, ada kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui DMO. Baik itu volumenya tapi juga harganya. Artinya negara hadir dan menjamin listrik tetap ada karena sudah diregulasi oleh Pemerintah.

Terkait tantangan dalam supply chain terutama batu bara, Rida menyebut hal tersebut sudah menjadi perhatian Pemerintah agar dapat ditangani. Salah satunya tantangan cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir sehingga dapat mengganggu pasokan batubara. “Untuk menjaga pasokan energi baik di Migas, Minerba, listrik, maupun EBTKE, Kementerian ESDM membentuk tim khusus yang day by day memantau dan mengawal rantai pasok,” tutur Rida.

Lebih jauh Rida memaparkan capaian kinerja mulai dari penambahan infrastruktur pembangkit, transmisi, jaringan distribusi, gardu induk, hingga gardu distribusi. Kapasitas penambahan pembangkit listrik di Indonesia pada triwulan III/2021 mencapai 936,62 MW. Sementara, transmisi listrik terdapat penambahan sebesar 1.910,06 kms. Penambahan jaringan distribusi sebesar 9.915,63 kms, sedangkan kapasitas Gardu Induk bertambah 4.521 MVA. Penambahan Gardu Distribusi disampaikan terdapat peningkatan sebesar 1.002,63 MVA.

Disisi lain, Rida mengungkapkan soal mutu layanan ketenagalistrikan meningkat pada triwulan III/2021. Hal ini terlihat dari capaian System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) yang membaik dibanding capaian tahun lalu.SAIDI adalah ukuran seberapa lama padam, sementara SAIFI adalah ukuran seberapa sering padam. Makin kecil capaiannya dari target, maka makin bagus. “Hingga triwulan III/2021, capaian SAIDI nasional mencapai 6,62 jam/pelanggan/tahun. Sedangkan target 2021 adalah 10 jam/pelanggan/tahun. Ini lebih kecil dibanding realisasi tahun 2020 yang mencapai 12,72 jam/pelanggan/tahun,” ujar Rida.

Sementara itu, capaian SAIFI nasional hingga triwulan III/2021 4,96 kali/pelanggan/tahun. Sedangkan target 2021 adalah 8 kali/pelanggan/tahun dan realisasi tahun 2020 mencapai 9,25 kali/pelanggan/tahun.”Jadi kini sudah jarang mati lampu dan kalaupun mati lampu juga sebentar saja,” kata Rida.

Ia lalu menyampaikan kondisi pasokan listrik saat ini. “Yang pasti kondisi listrik lebih dari cukup saat ini dan hingga akhir tahun tidak ada kenaikan tarif listrik,” Rida menegaskan. ***

Penulis  : Iwan Damiri

Editor    :  Chandra

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top