Perbankan

Amir Uskara Minta Penerapan Ekonomi Syariah di IBT Harus Berbeda

Amir Uskara Minta Penerapan Ekonomi Syariah di IBT Harus Berbeda
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara/Sumber Foto: Kompas.com

MAKASSAR, SUARAINVESTOR.COM-Pemerintah didesak lebih giat menggali potensi-potensi ekonomi syariah di wilayah Indonesia bagian timur (IBT), khususnya Sulawesi Selatan. Karena pangsa pasar yang dimiliki wilayah tersebut masih terbuka luas dengan cakupan sumber daya yang terbilang cukup. “Ini tentu menjadi pekerjaan rumah buat kita semua,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara, Minggu (31/7/2022).

Cuma, kata Politisi PPP, dibandingkan dengan negara-negara lain sebenarnya potensinya kecil seperti Malaysia, Qatar, Turki. “Jadi kita malah jauh lebih maju dalam mengembangkan ekonomi syariah,” jelasnya.

Untuk mengembangkan potensi tersebut, kata anggota Fraksi PPP tersebut, penerapan ekonomi syariah di wilayah Indonesia timur harus memiliki pembeda yang dapat membuka potensi-potensi besar di wilayah itu. “Tujuannya agar dapat bersaing dengan negara-negara yang sudah terlebih dahulu menjalankan ekonomi syariah,” paparnya.

Mantan Aktivis Ansor ini menambahkan, apabila tidak ada pembeda, maka bukan tidak mungkin penerapan sistem ekonomi syariah di Indonesia timur sulit berkembang. Terlebih masyarakat sudah lebih memahami mekanisme perekonomian yang sudah ada. “Ini tentu menjadi pekerjaan rumah buat kita semua, bagaimana menjadikan ekonomi syariah di Indonesia timur ini dengan model yang baru, dengan model yang berbeda, dan kelebihan yang ada pada setiap produk yang kita bikin,” ujar legislator daerah pemilihan (dapil) Sulsel I itu.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengatakan, FESyar merupakan rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2022, yang sudah digelar 9 kali. BI menyelenggarakan ISEF di Sumatera, Jawa, dan kawasan timur Indonesia, dan Makassar menjadi tuan rumah penyelenggaraannya.

Tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut, kata Aida, BI ingin mendorong penerapan dan peningkatan literasi ekonomi syariah dalam mencapai kemandirian. Atas dasar tersebut, maka BI menilai perlu melakukan penguatan kelembagaan, salah satunya dengan memanfaatkan tren digitalisasi yang terus berkembang saat ini. ***

Penulis   : Iwan Damiri
Editor     : Kamsari

BERITA POPULER

To Top