Property

Akibat Covid-19,  Industri Parawisata Kabupaten Tangerang Ambruk

Akibat Covid-19,  Industri Parawisata Kabupaten Tangerang Ambruk

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM- Di masa pandemi COVID-19 yang melanda masyarakat Kabupaten Tangerang, telah mempengaruhi seluruh sektor kehidupan tidak terkecuali sektor kebudayaan dan pariwisata yang juga terdampak.

Dikatakan kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata  (Disporabudpar) Achmad Suryawijaya bahwa dalam situasi pandemi COVID-19, pelaksanaan program atau kegiatan dari sektor budaya hingga pariwisata harus kehilangan aktivitas dan juga pendapatannya.

” Semua kegiatan mulai dari olahraga, kebudayaan dan pariwisata tidak dapat di laksanakan, karena kami (Disporabudpar) melakukan upaya dalam melaksanakan pencegahan atau memperkecil penyebaran virus COVID-19,” kata Surya, Rabu (15/6/2021).

Surya menuturkan, salah satu alasan Kebudayaan dan pariwisata tidak dapat di laksanakan di Kabupaten Tangerang karena agar tidak terjadi kerumunan. Kemudian, pengembangan pariwisata tetap terus di rawat agar tetap aman dan sehat maka perlu mendapat perhatian dan perlu diberdayakan dalam penerapan protokol kesehatan. Di lokasi wisata perlu perhatian apakah itu wisata alam, wisata non alam, wisata kuliner, atau wisata budaya, atau kombinasi dari beberapa wisata.

” Di era pandemi COVID-19 sektor pariwisata harus beradaptasi dengan kebiasaan baru atau new normal, seperti implementasi yang minim sentuhan atau touchless, perbaikan sanitasi sesuai protokol kesehatan, pemeriksaan dan sertifikasi kesehatan bagi pekerja sektor pariwisata, akomodasi makanan minuman bagi keamanan dan kesehatan pengunjung, dan yang penting adalah share responsibility di antara pelaku bisnis dan pemerintah,” ujarnya

Ia menambahkan adapun sisi kekayaan budaya yang ada di Kabupaten Tangerang terbagi dalam beberapa unsur, yaitu sistem religi, sistem kemasyarakatan, sistem kekerabatan, sistem ekonomi, sistem peralatan hidup, sistem transportasi, arsitektur, kesenian, upacara adat, pakaian adat, masakan tradisional, sistem pengetahuan lokal, sistem pengobatan tradisional, dan sebagainya.

“Produk kreatif Kabupaten Tangerang salah satunya Topi Bambu yang menjadi salah satu lambang dalam logo Pemda Kabupaten Tangerang,” tukasnya. ***

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top