JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM—Kurang dari satu setengah bulan menjelang Pilkada 2024, elektabilitas dua pasangat kandidat gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) kian menjauhi kandidat lainnya.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei lembaga itu, elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 2, Emanuel Melkiades Laka Lena-Johanis Asadoma (Melki-Johni) unggul dari pasangan lain di Pilgub NTT 2024.
Elektabilitas Melki-Johni tercatat 37,3 persen sehingga menduduki posisi pertama. Sedangkan posisi kedua pasangan nomor urut 1 Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto dengan 33,8 persen. Di posisi ketiga pasangan nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (Siaga) di angka 19,8%, ujar Pangi.
Hal yang menarik adalah popularitas kedua calon gubernur terpopuler terpaut tidak sampai satu persen. Popularitas Melki di angka 67,1 persen, sedangkan Yohanis di posisi 66,3 persen%, menurut Pangi. “Dalam pertanyaan terbuka, Pak Melki dan Johni mendapatkan elektabilitas 37,3 persen dan berada di peringkat pertama,” katanya dalam rekaman video pemaparan survei pemilihan gubernur-wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Jumat (18/10/2024).
Pangi mengatakan bahwa untuk elektabilitas calon gubernur secara personal, Melki unggul dibandingkan lainnya. Berdasarkan hasil temuan Voxpol Center, elektabilitas Melki 36,0 persen.
Dalam pertanyaan terbuka calon Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena unggul dengan elektabilitas 36% di peringkat pertama, disusul Yohanis Fransiskus Lema (30,4%) di peringkat ke dua dan Simon Petrus Kamlasi (15,2%) di posisi ketiga.
Begitu juga dengan elektabilitas calon wakil gubernur Johanis Asadoma. Menurut temuan Voxpol Center, elektabilitas Johanis tercatat 24,8 persen.
“Kalau kita menanyakan soal wakil, Pak Johanis mendapat 24,8 persen ya,” urainya.
Sekadar informasi, survei dilakukan selama 10 hari, dari tanggal 5 – 14 Oktober 2024. Untuk populasi survei ini adalah seluruh WNI yang berdomisili di provinsi Nusa Tenggara Timur dan mempunyai hak pilih (memiliki KTP), ketika survei ini dilaksanakan.
Sampel berasal dari 22 Kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdistribusi secara proporsional berdasarkan besaran jumlah penduduk. Lalu, jumlah responden sebanyak 1.200 dengan prosi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.
Pangi menegaskan setiap responden terpilih dilakukan wawancara dengan metode tatap muka (face to face) oleh pewawancara yang sudah terlatih dengan menggunakan aplikasi berbasis android, i-voxpol.
Sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±2,83%, pada tingkat kepercayaan 95%.***
Penulis : John A Oktaveri
Editor : John A Oktaveri








