Market

UMKM Kuliner “RM Ayam Kampung Pinang” Siap Berkompetisi Rebut Wisatawan Lokal

UMKM Kuliner "RM Ayam Kampung Pinang" Siap Berkompetisi Rebut Wisatawan Lokal
Pegiat Ekonomi Kreatif, Nurliyana Habsjah Sapuan (kanan)/Foto: eko

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Wisata kuliner tampaknya masih memiliki prospek cerah, hal ini karena sektor wisata kuliner memiliki daya tahan yang cukup kuat. Apalagi wisata kuliner yang terkait dengan UMKM makanan dan minuman sudah terbukti tetap eksis saat guncangan krisis moneter.

Adalah Rumah Makan (RM) Ayam Kampung Pinang yang berlokasi di Kawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat mencoba menggaet wisatawan lokal dan masyarakat sekitarnya. “Kami optimis, RM Ayam Kampung Pinang menjadi pilihan konsumen, karena memang cita rasanya berbeda dengan yang lain,” kata Pegiat Ekonomi Kreatif, Nurliyana Habsjah Sapuan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Disinggung soal dampak kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran, Nurliyana berkolaborasi dengan RM Ayam Kampung Pinang mengaku tak terpengaruh dengan pemangkasan anggaran tersebut. Karena mayoritas pelanggan dan konsumennya adalah umum. “Apalagi wisatawan lokal ini dari berbagai kelas masyarakat, kami tidak mengandalkan kerjasama dengan pemda,” ujarnya.

Lebih jauh Liya-sapaan akrabnya bahwa RM Ayam Kampung Pinang ini merupakan bisnis franchise, dimana memiliki jaringan market yang luas. Sehingga memiliki branding yang sudah dikenal wisatawan dan konsumen. “RM Ayam Kampung Pinang ini sudah banyak outletnya, tersebar dimana. Bahkan saya berharap bisa membuka lagi outlet ke depan,” terangnya lagi.

Perempuan yang menjadi kandidat Doktor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengaku memiliki strategi sendiri dalam menggenjot penjualan. Bukan hanya kemasan yang menarik, namun juga cita rasa tak boleh berkurang.

Dalam industri pariwisata, lanjut Liya, UMKM makanan tentu bersinergi sebagai pemasok produk-produk lokal khas daerah, salah satunya produk kuliner. Karena itu pihaknya melakukan pelatihan agar SDM yang mengolah makanan telah siap pakai, terutama pengolahan makanan siap saji dan pengemasan kuliner lokal. “Langkah ini dilakukan sebagai upaya penguatan identitas produk kuliner lokal bagi pelaku usaha industri rumah tangga agar semakin berdaya saing,” paparnya.

Menurut Liya, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memperkuat produk dan brand kuliner lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari industri pariwisata. “SDM yang berkualitas sudah tentu punya kreatifitas yang tinggi dalam menyiapkan produk wisata kuliner,” pungkasnya.***

Penulis   :  Iwan Damiri

Editor     :  Kamsari

BERITA POPULER

To Top