Pertanian

Terus Menurun, BPS: Upah Buruh Tani/Bangunan Perlu Perhatian Serius

Buruh Tani/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Persoalan upah buruh tani dan bangunan perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah di tengah-tengah Pandemi Corona (Covid-19). Artinya, pemerintah hendaknya perlu membuat kebijakan tepat untuk para buruh.
“Kita perlu perhatikan penurunan upah riil ini. Dan perlu memikirkan kebijakan yang tepat supaya nasib para buruh tani juga tidak terpuruk,” kata Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS),
Suhariyanto di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), upah buruh tani pada Maret 2020 mencapai Rp55.254 perhari dibanding Pebruari 2020 sebesar Rp55.173/hari.

Secara nominal, upah ini naik tipis sebesar 0,15 persen. Namun secara riil, upah buruh tani menurun 0,04 persen.

Lebih jauh katu Suhariyanto, tak hanya upah buruh tani yang memprihatinkan, upah buruh bangunan (tukang bukan mandor). Meski
pada Maret 2020 mengalami kenaikan secara nominal sebesar 0,05 persen dibanding upah Februari 2020. Namun secara rill upah juga menurun sebesar 0,05 persen.

“Maret 2020 terjadi inflasi 0,10 persen. Meski inflasinya tipis, tapi membuat upah buruh bangunan turun tipis 0,05 persen,” tambahnya.

Sebagai informasi, upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.

Adapun upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.

Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top